PENUTURNEWS.ID – Sungai Katingan akhirnya “mengembalikan” satu nama yang selama empat hari menjadi fokus pencarian tim gabungan. Minggu (5/7/2026) pagi, Aiptu Sumariyanto, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat operasi penindakan narkoba di pedalaman, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan jasad korban di kawasan Rantau Asem, Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang sejak hari pertama menyita perhatian publik. Dengan ditemukannya Aiptu Sumariyanto, seluruh personel yang menjadi korban dalam tragedi di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, kini telah ditemukan.
Kabar duka tersebut dibenarkan Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono. Ia menyampaikan, jasad korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan penyisiran tanpa henti melalui jalur sungai dan daratan.
“Pagi ini Aiptu Sumariyanto telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di DAS Katingan, di Rantau Asem,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi.
Di balik penemuan itu, tersimpan perjuangan panjang. Selama empat hari, ratusan personel dari berbagai unsur berjibaku menghadapi derasnya arus sungai, medan hutan yang sulit ditembus, hingga cuaca yang tidak selalu bersahabat. Polda Kalteng, Ditpolairud, Satpolairud Polres Katingan, Brimob, Samapta, Basarnas, BPBD Kabupaten Katingan, hingga warga setempat bahu-membahu dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Perahu-perahu karet terus menyisir setiap lekuk Sungai Katingan. Di saat yang sama, tim lain membuka jalur darat menuju Rantau Asem, memeriksa tepian sungai, semak belukar, hingga titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban.
Usaha yang melelahkan itu akhirnya membuahkan hasil pada Minggu pagi. Penemuan Aiptu Sumariyanto menjadi akhir dari pencarian yang sejak awal dipenuhi ketegangan.
Sehari sebelumnya, Sabtu (4/7/2026), tim gabungan lebih dahulu menemukan Bripda Nopandri Ramadhana dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Desa Tumbang Lahang. Korban ditemukan sekitar 37 kilometer dari lokasi kejadian setelah jasadnya tersangkut di ranting kayu di tepian DAS Katingan.
Jenazah Bripda Nopandri kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Namun, berakhirnya pencarian bukan berarti kasus ini selesai. Justru kini perhatian tertuju pada proses pengungkapan peristiwa yang menyebabkan tragedi tersebut.
Kapolres Katingan meminta masyarakat memberikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara maksimal. Menurutnya, proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berjalan sehingga setiap perkembangan akan disampaikan secara bertahap sesuai hasil yang diperoleh di lapangan.
Tragedi ini menjadi salah satu peristiwa paling memilukan dalam sejarah penindakan narkoba di Kalimantan Tengah. Di balik operasi yang awalnya bertujuan memberantas peredaran narkotika, gugur dua personel terbaik Polri yang kini dikenang atas pengabdian dan dedikasinya kepada negara.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Ri/red]










Komentar ditutup.