PENUTURNEWS.ID – Hotspot dari satelit bukan sekadar angka di layar. Begitu sinyal titik panas (Hotspot/HS) NASA-SNPP muncul di Desa Karya Bakti, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, jajaran Polsek Rungan langsung bergerak. Tak ada istilah menunggu api membesar. Bersama personel TNI dan Damkar, tim gabungan meluncur ke lokasi dan berhasil memadamkan kebakaran lahan sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar.
Groundcheck dilakukan pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB sebagai tindak lanjut atas terdeteksinya hotspot pada koordinat Latitude 115114 dan Longitude 113.882877. Titik tersebut berada sekitar 10 kilometer dari Mapolsek Rungan dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit melalui jalur darat.
Sebelum berangkat, seluruh personel mengikuti briefing singkat untuk menyamakan langkah dan pembagian tugas. Peralatan pemadaman, komunikasi hingga dokumentasi dipastikan siap agar proses pengecekan maupun penanganan di lapangan berjalan cepat, aman, dan efektif.
Operasi tersebut melibatkan 3 personel Polri, 2 personel TNI, dan 5 personel Damkar. Kolaborasi lintas instansi itu menjadi bukti bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kekompakan semua pihak.
Tim juga didukung tiga unit kendaraan roda dua, satu unit mobil pemadam kebakaran, perangkat komunikasi, dan kamera dokumentasi untuk mempercepat mobilisasi serta memastikan seluruh proses penanganan terdokumentasi dengan baik.
Setibanya di lokasi, dugaan hotspot langsung terjawab. Titik panas yang tertangkap satelit ternyata benar merupakan kobaran api di kawasan semak belukar. Tanpa membuang waktu, petugas segera melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke wilayah yang lebih luas.
Berkat respons cepat dan kerja sama yang solid, api berhasil dipadamkan. Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar 1 hektare lahan semak belukar. Setelah proses pendinginan dilakukan, lokasi dinyatakan aman dari potensi munculnya api susulan.
Tak hanya memadamkan api, petugas juga mendokumentasikan kondisi lapangan dan melakukan koordinasi lanjutan sebagai bahan evaluasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari sistem deteksi dini agar setiap informasi hotspot dapat diverifikasi sekaligus ditangani secepat mungkin.
Kapolsek Rungan Ipda Muhamad Helmi Hakim, S.H., mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., menegaskan bahwa setiap informasi hotspot akan selalu direspons tanpa kompromi.
“Setiap informasi hotspot akan kami tindak lanjuti melalui groundcheck bersama instansi terkait. Sinergi Polri, TNI, dan Damkar menjadi kunci keberhasilan dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan, sehingga dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan,” tegasnya, Sabtu (18/7/2026).
Polres Gunung Mas juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api ataupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan melalui Call Center 110.
Pesannya sederhana namun tegas: jangan tunggu api membesar baru bergerak. Karhutla adalah musuh bersama, dan mencegah jauh lebih murah daripada memadamkan.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]










Komentar ditutup.