PENUTURNEWS.ID – Ruang audiensi semestinya menjadi tempat mencari solusi/jawaban. Namun, yang terjadi di ruang Gakkum Satlantas Polres Gunung Mas, Senin (3/8/2026), justru sebaliknya. Dialog yang awalnya dibuka untuk membahas perkembangan penyelidikan kasus meninggalnya pengendara roda dua, Novan Riadi (12) berubah menjadi perdebatan sengit yang membuat suasana memanas.
Kuasa hukum keluarga korban, Robertus M. Tuah, datang bersama keluarga Novan dengan satu tujuan, yakni meminta penjelasan mengenai sejauh mana penanganan perkara kecelakaan yang merenggut nyawa bocah berusia 12 tahun itu.
Di hadapan kuasa hukum dan keluarga korban, penyidik Satlantas menjelaskan berbagai langkah yang telah dilakukan sejak kasus tersebut ditangani. Mulai dari proses penyelidikan, olah tempat kejadian perkara menggunakan Traffic Accident Analysis (TAA), hingga upaya mencari saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
Namun, penjelasan itu belum mampu meredakan pertanyaan dari pihak keluarga.
Di tengah jalannya audiensi, kuasa hukum meminta Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) melakukan tes urine terhadap penyidik yang menangani perkara.
“Kasi Propam, dites urine kanit ini,” ucapnya dengan nada tinggi di hadapan peserta audiensi.
Permintaan tersebut membuat suasana diskusi semakin tegang. Menurut pihak kuasa hukum, sejumlah pertanyaan yang diajukan masih belum memperoleh jawaban yang dianggap memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban.
Ketegangan pun semakin meningkat. Dalam audiensi itu, kuasa hukum diduga beberapa kali meninggikan nada bicara, memukul meja, serta melontarkan pernyataan keras kepada petugas. Ia juga menyatakan akan menempuh langkah hukum lebih lanjut apabila penanganan perkara dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Meski demikian, jajaran Polres Gunung Mas tetap berupaya menjaga situasi agar tidak semakin memanas. Kasi Propam IPTU Supono, yang turut berada di lokasi akhirnya mengambil alih suasana dan meminta kedua belah pihak menghentikan perdebatan.
“Sudah cukup, kalau seperti ini tidak akan selesai,” ujarnya sembari mencoba menenangkan forum.
Audiensi akhirnya ditutup tanpa menghasilkan kesepakatan. Keluarga korban bersama kuasa hukumnya meninggalkan ruang Gakkum dengan perasaan kecewa karena menilai proses penyelidikan belum memberikan kejelasan yang mereka harapkan.
Di sisi lain, Satlantas Polres Gunung Mas menegaskan bahwa penyelidikan terus berjalan sesuai prosedur. Selain melakukan olah TKP berbasis Traffic Accident Analysis (TAA), penyidik juga telah membantu keluarga korban dalam pengurusan santunan melalui Jasa Raharja.
Tak hanya itu, polisi juga telah menjemput dan memeriksa saksi pertama yang mengetahui korban terjatuh di ruas Jalan Kurun–Palangka Raya, tepatnya di kawasan Tabaras, Kelurahan Kampuri. Keterangan saksi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengumpulan alat bukti.
Kasatlantas Polres Gunung Mas, IPTU Eko Erry Setiawan, mengatakan pihaknya sejak awal tidak pernah menutup ruang komunikasi dengan keluarga korban maupun kuasa hukumnya.
“Kami terbuka. Kami menerima audiensi, menjelaskan seluruh proses penyelidikan, bahkan membuka ruang dialog. Namun dalam pertemuan tadi kami merasa tidak diberi kesempatan menjelaskan secara utuh karena beberapa kali pembicaraan terpotong,” ujarnya.
Menurut Eko, situasi audiensi sempat memanas ketika kuasa hukum diduga beberapa kali memukul meja dan mengeluarkan pernyataan bernada ancaman.
“Kami tetap menghormati hak setiap pihak untuk mempertanyakan penanganan perkara. Tetapi kami juga berharap dialog dilakukan dengan baik agar semua penjelasan dapat diterima secara utuh,” katanya.
Hingga kini, kasus meninggalnya Novan Riadi masih terus bergulir. Keluarga korban berharap penyelidikan segera memberikan kepastian hukum, sementara Satlantas Polres Gunung Mas menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan perkara secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.
Audiensi itu memang belum menghasilkan titik temu. Namun satu hal menjadi jelas, kedua belah pihak sama-sama menginginkan kejelasan.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Klk/Red]










Komentar ditutup.