PENUTURNEWS.ID – Mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memang lebih murah daripada sibuk memadamkan api ketika sudah membesar. Karena itu, Babinsa Koramil 1018-02/Manuhing bersama unsur terkait memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan wilayah tetap aman dari ancaman si jago merah.
Kegiatan apel gabungan dan patroli terpadu pencegahan Karhutla tersebut dilaksanakan di wilayah Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dengan melibatkan personel lintas instansi, di antaranya Manggala Agni, Bhabinkamtibmas Polsek Manuhing serta unsur Kelurahan Tumbang Talaken.
Setelah apel, tim gabungan langsung bergerak menyisir sejumlah lokasi yang dinilai perlu mendapat perhatian. Patroli menyasar areal perkebunan dan pertanian, sekaligus menyambangi rumah-rumah warga.
Namun, kedatangan petugas bukan untuk mencari siapa yang salah. Justru, tim membawa pesan sederhana: jangan sampai korek api berubah menjadi masalah besar.
Kepada masyarakat, petugas memberikan penyuluhan mengenai bahaya Karhutla sekaligus mengingatkan agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Pasalnya, satu titik api mungkin terlihat kecil. Tetapi jika bertemu kondisi lahan kering dan angin, ceritanya bisa berubah menjadi panjang—dan yang repot bukan hanya pemilik lahan, melainkan seluruh masyarakat.
Selain pencegahan Karhutla, petugas juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Babinsa Koramil 1018-02/Manuhing, Sertu Hendro, mengatakan pencegahan akan terus dilakukan secara bersama-sama melalui patroli, penyuluhan hingga penguatan posko terpadu.
“Kita terus melakukan langkah-langkah pencegahan dengan patroli, penyuluhan, hingga pendirian posko terpadu. Diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya bisa merugikan semua pihak,” jelasnya.
Menurutnya, upaya mencegah Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran.
Sebab, ketika api belum menyala, semua masih bisa dicegah. Tetapi ketika api sudah membesar, bukan lagi waktunya mencari siapa yang memulai—semua harus berjibaku memadamkan.
Patroli dan kegiatan posko terpadu tersebut berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar dan kondusif.
Melalui kegiatan tersebut, personel gabungan berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga pencegahan Karhutla dapat dilakukan bersama-sama.
Pesannya sederhana: lebih baik capek berpatroli daripada capek mengejar api.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]










Komentar ditutup.