PENUTURNEWS.ID – Kalau biasanya lahan pertanian hanya dipandang sebagai tempat menanam, kali ini lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Sari Bumi di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, punya cerita lain. Dari hamparan jagung hibrida itu, sebanyak 5 hektare lahan berhasil dipanen dengan hasil sekitar 20 ton jagung tongkol.
Panen perdana tersebut berlangsung Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan Kwartal III sekaligus lahan binaan Polri melalui Bhabinkamtibmas Polsek Kurun, Polres Gunung Mas.
Lokasi panen berada di lahan milik anggota Poktan Sari Bumi yang diketuai Setiono, tepatnya di Jalan Lintas Kurun–Tumbang Miwan, dekat Bundaran Linau, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir.
Bukan sekadar memanen jagung, kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana urusan ketahanan pangan dikerjakan bersama. Kapolres Gunung Mas, Kepala Dinas Pertanian, Kapolsek Kurun, anggota Polsek Kurun, jajaran Dinas Pertanian, PPL Kementerian Pertanian hingga kelompok tani turun langsung dalam kegiatan tersebut.
Hasil panen sekitar 20 ton dari lahan seluas 5 hektare menjadi capaian yang cukup menggembirakan. Jagung-jagung tersebut masih dalam bentuk tongkol dan menjadi bukti bahwa lahan pertanian di wilayah Kurun punya potensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Di balik panen tersebut, terdapat peran Bhabinkamtibmas Polsek Kurun, Aipda Ahmad Syaiful Anwar, S.Sos., yang melakukan pembinaan terhadap lahan Poktan Sari Bumi.
Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., melalui Kapolsek Kurun Ipda Dhafi Kurnia Yudistira, S.Tr.K., mengatakan kegiatan tersebut tidak berhenti pada panen perdana saja.
Menurutnya, penanaman jagung di Poktan Sari Bumi akan terus dilanjutkan dan dikembangkan di lahan milik anggota kelompok tani.
“Produksi jagung di wilayah ini kita harapkan semakin meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ipda Dhafi.
Ia menambahkan, keberlanjutan program tersebut penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Dengan kata lain, setelah jagung dipanen, pekerjaan belum selesai. Justru dari panen perdana inilah target berikutnya mulai ditanam—secara harfiah maupun dalam bentuk harapan.
“Sinergi antara Polri, pemerintah, penyuluh pertanian dan kelompok tani diharapkan mampu membuat kegiatan serupa terus berkembang,” katanya.
Sebab, ujarnya, swasembada pangan bukan hanya soal berapa banyak jagung yang berhasil dipanen hari ini, tetapi juga bagaimana lahan tetap produktif dan petani terus menanam untuk panen berikutnya.
Dan di Kurun, Dhafi menambahakan , cerita itu kini dimulai dari 5 hektare lahan, 20 ton jagung tongkol, serta semangat untuk membuat lahan tidak sekadar hijau dipandang, tetapi juga menghasilkan.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]










Komentar ditutup.