Menu ✖

Polisi

Panen Jagung Jalan, Pesan Karhutla Tak Ketinggalan: Polisi Ingatkan Warga Jangan Main Api

badge-check

Panen Jagung Jalan, Pesan Karhutla Tak Ketinggalan: Polisi Ingatkan Warga Jangan Main Api Perbesar

PENUTURNEWS.ID – Panen jagung boleh ramai, tetapi pesan soal Karhutla jangan sampai kalah nyaring. Di tengah aktivitas panen jagung hibrida program ketahanan pangan Kuartal III di Desa Tanjung Riu, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Polres Gunung Mas menyelipkan satu agenda penting: mengingatkan warga agar jangan bermain api dengan hutan dan lahan.

Rabu (19/8/2026), sekitar pukul 09.20 WIB, lahan milik Mujayen yang sedang menjadi lokasi panen jagung mendadak punya “menu” tambahan. Bukan pupuk atau benih, melainkan sosialisasi Karhutla, pembagian Maklumat Kapolda Kalimantan Tengah, sekaligus tali asih berupa paket sembako.

Jadi, warga datang untuk urusan jagung, pulang membawa hasil panen sekaligus membawa pesan: jangan sembarangan membakar lahan.

Melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas), Polres Gunung Mas menyampaikan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada masyarakat, khususnya kelompok tani yang berada di lokasi.

Maklumat Kapolda Kalteng juga dibagikan langsung oleh Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A. Langkah ini menjadi sarana untuk memastikan pesan pencegahan Karhutla tidak berhenti di atas meja, tetapi benar-benar sampai ke masyarakat.

Kapolres mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi kepolisian untuk membangun komunikasi langsung dengan warga.

“Kami ingin komunikasi dengan masyarakat terus terjalin. Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat menyampaikan imbauan terkait Karhutla sekaligus mendengarkan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar AKBP Arum Sari Puspita Dewi.

Pendekatannya pun tidak dibuat kaku. Tidak harus menunggu masyarakat datang ke kantor polisi. Polisi justru datang ke tempat masyarakat berkegiatan—bahkan ketika tangan warga sedang sibuk memanen jagung.

Di sela-sela itu pula, Kapolres menyerahkan tali asih berupa paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus cara sederhana untuk mempererat hubungan antara polisi dan warga.

“Pemberian sembako ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Yang paling penting adalah bagaimana hubungan dan komunikasi antara Polri dengan masyarakat tetap terjaga dalam bersama-sama menjaga situasi kamtibmas,” lanjutnya.

Personel Satbinmas yang terlibat yakni Ipda Sabar Hari Siswanto selaku Kaurbinopsnal, Aipda M. Rizai selaku Kanit Bhabinkamtibmas, dan Bripda Irgi selaku Baurmintu. Mereka menyampaikan maklumat dan pesan pencegahan Karhutla secara langsung kepada masyarakat di lokasi.

Pesannya sederhana, tetapi dampaknya bisa luar biasa: jaga lahan, jangan asal membakar, dan jangan menunggu api membesar baru bergerak.

Apalagi di tengah kondisi musim kemarau, percikan kecil bisa berubah menjadi masalah besar. Api yang awalnya dianggap “cuma sedikit” bisa merambat ke mana-mana dan akhirnya bukan hanya menghanguskan lahan, tetapi juga mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, bahkan lingkungan.

Karena itu, masyarakat diminta ikut menjadi mata dan telinga dalam pencegahan Karhutla.

Kapolres mengajak warga menjaga lingkungan sekaligus menjaga keamanan di wilayah masing-masing. Jika menemukan potensi gangguan keamanan maupun kebakaran, masyarakat diminta segera melapor melalui call center 110.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap Karhutla, dan segera menyampaikan informasi melalui layanan call center 110 apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun kebakaran,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas Aryantoni, S.St.Pi., M.Si., Kapolsek Kurun IPDA Dhafi Kurnia Yudistira, S.Tr.K., PPL Kementerian Pertanian, personel Polsek Kurun, serta Kelompok Tani Sari Bumi.

Ada pesan menarik dari kegiatan ini: ketahanan pangan dan pencegahan Karhutla ternyata bisa berjalan beriringan.

Petani menanam dan memanen jagung untuk menjaga pangan. Polisi hadir menjaga keamanan sekaligus mengingatkan agar lahan yang produktif tidak berubah menjadi titik api.

Sebab, jangan sampai setelah susah payah menanam dan memanen jagung, yang tumbuh berikutnya justru asap. Jagung boleh dibakar untuk dimakan. Lahannya jangan dibakar untuk alasan apa pun yang bisa memicu Karhutla.

Polres Gunung Mas pun terus mendorong sinergi bersama pemerintah daerah, unsur pertanian, kelompok tani, dan masyarakat. Karena menghadapi Karhutla bukan pekerjaan satu institusi.

Kalau semua bergerak sebelum api menyala, yang diselamatkan bukan cuma hutan dan lahan, tetapi juga kesehatan, ekonomi, dan masa depan masyarakat Gunung Mas.

Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :

WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h

Ikuti Kami di TikTok :

https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1

 

[Hms/Red]

 

 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98, Polres Gunung Mas Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Kepedulian Generasi Muda

28 Okt 2026 - 06:36 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Polres Gunung Mas Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Kepedulian Generasi Muda

Dekati Warga, Kapolres Gunung Mas Rangkul 50 Petugas Kebersihan untuk Jaga Kamtibmas

28 Okt 2026 - 06:23 WIB

Dekati Warga, Kapolres Gunung Mas Rangkul 50 Petugas Kebersihan untuk Jaga Kamtibmas

Lansia 72 Tahun Ditemukan Terbakar di Kebun Karet Bentot, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

28 Okt 2026 - 02:11 WIB

Lansia 72 Tahun Ditemukan Terbakar di Kebun Karet Bentot, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

28 Okt 2026 - 02:02 WIB

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

Irdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden RI di Gunung Mas, Dandim 1018 Turut Mendampingi

27 Okt 2026 - 06:00 WIB

Irdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden RI di Gunung Mas, Dandim 1018 Turut Mendampingi
Trending di TNI