Menu ✖

Polisi

Hotspot Jangan Cuma Jadi Angka, Forkopimda Gunung Mas Turun Langsung ke Tewah

badge-check

Hotspot Jangan Cuma Jadi Angka, Forkopimda Gunung Mas Turun Langsung ke Tewah Perbesar

PENUTURNEWS.ID – Titik panas boleh muncul di layar pemantauan, tetapi jangan sampai panasnya baru terasa ketika asap sudah memenuhi jalan dan mengganggu napas warga. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bersama jajaran Polres Gunung Mas, Kodim 1018/Gunung Mas, Satpol PP, BPBD dan unsur terkait memilih turun langsung ke lapangan.

Kamis (27/8/2026), koordinasi dan patroli pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) digelar di Kecamatan Tewah. Bukan sekadar duduk di ruang rapat, rombongan kemudian menyusuri Jalan Lintas Kurun-Tewah untuk memastikan kondisi di lapangan.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB di Kantor Camat Tewah. Hadir langsung Bupati Gunung Mas Jaya S Monong S.E., M.S.i., Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi S.H., S.I.K., M.A.,  Dandim 1018/Gunung Mas Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, S.Sos., M.H.I.  serta sejumlah pejabat dan personel dari instansi terkait.

Turut hadir Kasatpol PP Kabupaten Gunung Mas Naftali, Kasatintelkam Polres Gunung Mas AKP R. Rachmad Abd. R., Kalaksa BPBD Karya, Camat Tewah Evelnie U. Husin, Kapolsek Tewah IPDA Michael Bethrand Simanjuntak, serta personel Polres, Kodim, Satpol PP dan BPBD.

Dalam koordinasi tersebut, Bupati Gunung Mas menyampaikan bahwa penanggulangan Karhutla saat ini berada pada status Siaga 2. Kondisi tersebut menjadi pengingat agar seluruh jajaran tidak lengah, terutama menghadapi cuaca kering dan potensi munculnya titik api.

Patroli pun diminta tidak sekadar formalitas. Pengawasan akan diperkuat pada waktu-waktu yang dinilai rawan, baik ketika suhu meningkat dan kelembapan rendah maupun pada malam hingga dini hari.

TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan desa dilibatkan untuk mempersempit ruang gerak api sebelum berubah menjadi persoalan yang lebih besar.

Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi menekankan satu hal penting: setiap hotspot yang terpantau harus diverifikasi.

Artinya, jangan sampai sebuah titik di layar hanya menjadi angka dalam laporan. Harus dipastikan apakah benar terjadi kebakaran, di mana lokasinya, seberapa luas, dan bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan.

“Setiap titik yang terpantau harus segera diverifikasi di lapangan. Kita perlu memastikan kondisi sebenarnya, memperbarui data secara berkala, dan menyampaikan perkembangan dengan informasi yang lengkap agar penanganannya dapat dilakukan dengan tepat,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi PS Kasihumas Polres Gunung Mas Ipda Abner, S.Sos., Jumat (28/8/2026) pagi.

Menurutnya, kecepatan informasi menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla. Semakin cepat titik api diketahui dan diverifikasi, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan.

Kapolres juga meminta jajaran mengompilasi data 15 lokasi bantuan sumur bor dari Presiden yang telah maupun akan dibangun.

Data tersebut meliputi lokasi, status pembangunan, kondisi teknis hingga kesiapan operasional. Jangan sampai sumur bor sudah ada, tetapi ketika api datang justru masih sibuk mencari kuncinya.

Penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan seragam aparat. Masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi justru memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

 

Karena itu, Kapolres meminta komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda terus diperkuat. Para tokoh lokal diharapkan ikut mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Pesannya sederhana: jangan menunggu api membesar baru ramai-ramai mencari air. Selain pencegahan, penanganan hukum terhadap dugaan pelaku Karhutla juga menjadi perhatian. Kapolres meminta data laporan dugaan pelaku terus dikumpulkan dan diperbarui. Setiap informasi dari masyarakat, hasil patroli maupun penyelidikan harus terdokumentasi dengan baik.

 

Data tersebut mencakup lokasi kejadian, luas lahan terbakar, identitas pihak yang berkaitan dengan perkara hingga barang bukti yang ditemukan. Dengan begitu, penanganan perkara tidak berhenti pada “ada api”, tetapi dapat ditelusuri secara menyeluruh apabila ditemukan unsur pidana.

Patroli bersama unsur Forkopimda menjadi langkah preventif sekaligus responsif untuk mendeteksi titik api sedini mungkin. Dalam kegiatan tersebut, kekuatan personel terdiri dari 3 personel Polres Gunung Mas, 4 personel Kodim 1018/Gunung Mas, 4 personel Satpol PP dan 6 personel BPBD.

 

Kapolres menegaskan, masyarakat bukan sekadar pihak yang harus menerima imbauan, tetapi juga bagian penting dalam sistem pencegahan Karhutla.

“Upaya pencegahan akan lebih kuat ketika masyarakat, tokoh lokal, pemerintah dan aparat saling berkoordinasi. Karena itu, komunikasi harus terus dibangun dan informasi mengenai titik api harus segera disampaikan,” katanya.

 

Koordinasi dan patroli berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif. Kini tantangannya tinggal satu: jangan sampai Siaga 2 hanya menjadi status di atas kertas.

 

Hotspot harus diverifikasi, patroli harus bergerak, data harus diperbarui, sumur bor harus siap, dan masyarakat harus ikut menjaga. Sebab kalau api sudah membesar, yang repot bukan cuma petugas pemadam—warga juga ikut menghirup asapnya.

Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :

WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h

Ikuti Kami di TikTok :

https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1

 

[Hms/Red]

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98, Polres Gunung Mas Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Kepedulian Generasi Muda

28 Okt 2026 - 06:36 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Polres Gunung Mas Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Kepedulian Generasi Muda

Dekati Warga, Kapolres Gunung Mas Rangkul 50 Petugas Kebersihan untuk Jaga Kamtibmas

28 Okt 2026 - 06:23 WIB

Dekati Warga, Kapolres Gunung Mas Rangkul 50 Petugas Kebersihan untuk Jaga Kamtibmas

Lansia 72 Tahun Ditemukan Terbakar di Kebun Karet Bentot, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

28 Okt 2026 - 02:11 WIB

Lansia 72 Tahun Ditemukan Terbakar di Kebun Karet Bentot, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

28 Okt 2026 - 02:02 WIB

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

Irdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden RI di Gunung Mas, Dandim 1018 Turut Mendampingi

27 Okt 2026 - 06:00 WIB

Irdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden RI di Gunung Mas, Dandim 1018 Turut Mendampingi
Trending di TNI