Menu ✖

Hukum dan Kriminal

Penyerangan Kasatlantas Viral, Mantan Kanitreskrim Balik Pasang Badan: Jangan Cuma Lihat Satu Sisi!

badge-check

Penyerangan Kasatlantas Viral, Mantan Kanitreskrim Balik Pasang Badan: Jangan Cuma Lihat Satu Sisi! Perbesar

PENUTURNEWS.ID – Kasus dugaan terjadi penyerangan terhadap Kasatlantas Polresta Palangka Raya yang sempat bikin media sosial ramai kini memasuki babak baru. Kalau sebelumnya publik disuguhi potongan video dan cerita yang beredar, kini muncul versi lain dari pihak mantan Kanitreskrim Polsek Pahandut berinisial EB.

EB tidak tinggal diam. Setelah menerima undangan pemeriksaan sebagai terlapor, ia memilih menghadapi perkara tersebut lewat jalur hukum dengan menunjuk tim kuasa hukum dari Law Firm Ajungs TH L Suan, S.H. & Partners.

Penunjukan kuasa hukum itu dituangkan dalam Surat Kuasa Khusus tertanggal 26 Agustus 2026.

Singkatnya, perkara yang sebelumnya ramai di jagat maya kini mulai masuk ke arena pembuktian.

Kuasa hukum EB, Ajungs TH L Suan, S.H., mengatakan persoalan tersebut tidak semestinya dibaca hanya dari satu potongan peristiwa.

Menurutnya, ada rangkaian kejadian yang disebut terjadi sebelum perselisihan antara EB dengan pihak Satlantas.

“Bukan karena anak ditilang karena ikut terjaring razia balapan liar. Akan tetapi, dalam peristiwa tersebut ada tindakan lain yang membuat EB naik pitam,” kata Ajungs saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).

Nah, di sinilah muncul cerita lain yang cukup serius.

Ajungs mengungkapkan, anak EB diduga mengalami pemukulan di bagian kepala oleh seorang oknum anggota berinisial A.

Dugaan tersebut, kata dia, sebelumnya telah dipertanyakan EB kepada pihak Satlantas Polresta Palangka Raya.

Namun, persoalan yang awalnya disebut berkaitan dengan anak itu kemudian melebar menjadi perselisihan antara orang tua dan aparat kepolisian hingga akhirnya viral.

Dari razia, melebar ke persoalan anak, lalu berujung perkara hukum.

Tim hukum EB pun meminta agar aparat tidak berhenti pada satu titik kejadian. Mereka mendorong agar seluruh rangkaian peristiwa yang menjadi latar belakang persoalan ikut diperiksa.

“Kami meminta proses hukum dilakukan secara objektif, transparan dan tanpa intervensi,” tegas Ajungs.

Tak berhenti di situ, tim kuasa hukum EB juga meminta Kapolda Kalteng mempertimbangkan pencopotan Kasatlantas Polresta Palangka Raya selama proses penanganan perkara berlangsung. Alasannya, langkah tersebut dinilai perlu untuk menjaga objektivitas pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang berkaitan dengan perkara.

Sementara itu, EB sendiri dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai terlapor. Pemeriksaan yang sedianya berlangsung Kamis (27/8/2026) dimohonkan untuk ditunda dan dijadwalkan kembali pada Senin (31/8/2026) pukul 10.00 WIB.

Kini bola panas perkara tersebut bukan lagi sekadar berputar di media sosial. EB melalui kuasa hukumnya mulai membuka versi berbeda. Ada dugaan pemukulan terhadap anak yang ikut dipersoalkan, ada perselisihan yang kemudian membesar, dan ada proses hukum yang kini harus diuji dengan bukti.

Jadi, siapa yang benar?

Media sosial boleh ramai. Video boleh viral. Narasi boleh berseliweran. Tetapi ujung perkara tetap berada di meja hukum. Sebab dalam perkara seperti ini, yang paling keras bukan seharusnya suara di media sosial, melainkan bukti yang berbicara di hadapan hukum.

Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :

WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h

Ikuti Kami di TikTok :

https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1

 

[Pky/Red]

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98, Polres Gunung Mas Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Kepedulian Generasi Muda

28 Okt 2026 - 06:36 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Polres Gunung Mas Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Kepedulian Generasi Muda

Dekati Warga, Kapolres Gunung Mas Rangkul 50 Petugas Kebersihan untuk Jaga Kamtibmas

28 Okt 2026 - 06:23 WIB

Dekati Warga, Kapolres Gunung Mas Rangkul 50 Petugas Kebersihan untuk Jaga Kamtibmas

Lansia 72 Tahun Ditemukan Terbakar di Kebun Karet Bentot, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

28 Okt 2026 - 02:11 WIB

Lansia 72 Tahun Ditemukan Terbakar di Kebun Karet Bentot, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

28 Okt 2026 - 02:02 WIB

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

Irdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden RI di Gunung Mas, Dandim 1018 Turut Mendampingi

27 Okt 2026 - 06:00 WIB

Irdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden RI di Gunung Mas, Dandim 1018 Turut Mendampingi
Trending di TNI