PENUTURNEWS.ID – Kunjungan Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Sesko TNI 56 ke Kabupaten Gunung Mas bukan sekadar datang, duduk, berbincang, lalu pulang. Kamis (3/9/2026), rombongan justru ikut melihat langsung persoalan yang sedang dihadapi daerah, yakni kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Rombongan Pasis Dikreg Sesko TNI 56 terlebih dahulu menyambangi Makodim 1018/Gunung Mas dan diterima langsung Komandan Kodim (Dandim) 1018/Gms Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, S.Sos., M.H.I.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Tim Sesko TNI di Kabupaten Gunung Mas yang dijadwalkan melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat di sejumlah wilayah.
Isu Karhutla menjadi salah satu perhatian utama. Maklum, saat musim kemarau tiba, lahan kering dan cuaca panas bisa menjadi kombinasi yang tidak bersahabat. Api yang awalnya kecil bisa berubah menjadi persoalan besar jika terlambat ditangani.
Dandim 1018/Gms bersama Pasis Dikreg Sesko TNI 56 kemudian meninjau langsung salah satu lokasi Karhutla. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan upaya pemadaman yang dilakukan personel gabungan berjalan maksimal.
Di lapangan, personel Kodim 1018/Gms, BPBD, Polres Gunung Mas, Koramil hingga masyarakat terlihat bahu-membahu melakukan penanganan. Targetnya sederhana, tetapi penting: api padam dan jangan sampai merambat ke wilayah lainnya.
Bagi Dandim, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar informasi mengenai kondisi Karhutla di wilayah Kabupaten Gunung Mas, termasuk langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang selama ini telah dilakukan bersama berbagai pihak.
Ia menegaskan, menghadapi Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam. Sebab, persoalan api di lahan pada akhirnya membutuhkan kepedulian banyak pihak, terutama masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi rawan kebakaran.
Karena itu, penyuluhan dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Masyarakat perlu terus diberikan pemahaman mengenai bahaya membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar sembarangan, termasuk dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan dan aktivitas masyarakat.
“Pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh komponen, termasuk masyarakat,” tegas Dandim.
Kehadiran Pasis Sesko TNI 56 di lapangan pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan kunjungan. Lebih dari itu, menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi dan kepedulian bersama agar persoalan Karhutla tidak terus berulang.
Sebab, menghadapi Karhutla bukan perkara siapa yang paling cepat datang ketika api sudah membesar. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana api tidak diberi kesempatan untuk membesar sejak awal.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
Baca lainnya : https://penuturnews.id/2026/09/02/tas-selempang-di-lemari-kos-bikin-m-tak-berkutik-7-paket-diduga-sabu-disita-polisi/
[Pendim/Red]










Komentar ditutup.