PENUTURNEWS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Gunung Mas. Kali ini, api membakar sekitar satu hektare semak belukar di Jalan Lintas Kurun–Tewah Km 13, Desa Sarerangan, Kecamatan Tewah, Senin (12/10/2026) malam.
Personel Polres Gunung Mas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Kabupaten Gunung Mas bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB, tetapi petugas masih melanjutkan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 18.31 WIB. Personel gabungan berangkat menuju lokasi pukul 18.45 WIB dan tiba sekitar pukul 19.11 WIB. Setelah melakukan pengecekan, petugas mendapati api telah membakar semak belukar dengan luas kurang lebih satu hektare.
Penanganan dilakukan Pamapta III beserta piket fungsi, personel Piket Siaga Karhutla Regu III, dan personel BNPB Kabupaten Gunung Mas.
Untuk menjinakkan api, petugas mengerahkan dua unit kendaraan patroli roda empat (R4), dua unit kendaraan roda enam (R6), serta kepyok dan peralatan manual. Berkat upaya bersama, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan pada malam hari.
Meski api telah padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan tetap dilakukan untuk mengantisipasi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kabag Ops Polres Gunung Mas AKP Nurheriyanto Hidayat, S.H., M.Si., mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mempercepat penanganan karhutla.
“Informasi dari masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam upaya penanganan karhutla. Kami mengimbau warga agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api sehingga dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Nurheriyanto saat dikonfirmasi PS Kasihumas Ipda Abner, S.Sos., Selasa (13/10/2026).
Sebagai langkah antisipasi, Polres Gunung Mas bersama instansi terkait akan melakukan pemantauan titik panas (hotspot) dan pendinginan lanjutan di area terdampak. Patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) juga ditingkatkan, khususnya di jalur dan wilayah rawan karhutla.
Nurheriyanto kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman karhutla. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan secepatnya,” tegasnya.
Polres Gunung Mas juga mengajak masyarakat mematuhi Maklumat Kapolda Kalimantan Tengah tentang larangan membakar hutan dan lahan. Kewaspadaan dan laporan cepat dari warga dinilai penting agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas dan mengancam lingkungan maupun permukiman.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp:https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]










Komentar ditutup.