Menu ✖

Polisi

Manugal di Desa Malahoi, Gunung Mas Satukan Tradisi dan Misi Ketahanan Pangan

badge-check

Manugal di Desa Malahoi, Gunung Mas Satukan Tradisi dan Misi Ketahanan Pangan Perbesar

PENUTURNEWS.ID – Ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal hasil panen, tetapi juga menyangkut keberlanjutan tradisi, pemanfaatan potensi lokal, dan kesejahteraan masyarakat. Semangat tersebut mewarnai peringatan Hari Tani Nasional dan Hari Pangan Sedunia 2026 tingkat Kabupaten Gunung Mas yang dipusatkan di Betang Toyoi, Desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Rungan, Sabtu (24/10/2026).

Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., turut hadir dalam kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut. Bersama pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat kewilayahan, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan budaya lokal.

Wakil Bupati Gunung Mas Ir. Efrensia L.P. Umbing, S.E., M.Si., hadir mewakili Bupati Gunung Mas. Turut hadir Danramil 1018/GMS, Camat Rungan, seluruh kepala desa di Kecamatan Rungan, serta wartawan media cetak dan elektronik di Kabupaten Gunung Mas.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan manugal, yakni tradisi menanam benih secara gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi juga mencerminkan kebersamaan dan kearifan lokal dalam menjaga sumber pangan.

Berlatar kawasan Betang Toyoi yang sarat nilai sejarah dan budaya, tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan sektor pertanian dapat berjalan beriringan dengan upaya melestarikan warisan leluhur.

Setelah manugal, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Wakil Bupati Gunung Mas, pertunjukan tarian Dayak, serta foto bersama. Rangkaian acara juga diisi Pasar Tani, penyerahan bantuan pemerintah (BenPem), dan ramah tamah.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gunung Mas menyoroti potensi Desa Tumbang Malahoi sebagai desa wisata berbasis budaya dan alam. Keberadaan Betang Toyoi, kaleka, serta situs-situs budaya di sekitarnya dinilai menjadi kekayaan daerah yang berpotensi mendukung pengembangan desa.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi dalam tata kelola pemerintahan desa agar pembangunan dapat berjalan secara terbuka dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, penguatan pertanian berbasis potensi lokal menjadi perhatian penting. Masyarakat didorong memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan kondisi cuaca.

Wakil Bupati turut mengingatkan agar pembangunan dan investasi di daerah memberikan manfaat bagi masyarakat dengan tetap memperhatikan perlindungan hak-hak warga.

Peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh setiap 24 September dan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober menjadi pengingat akan pentingnya peran petani dalam menyediakan pangan serta menopang kesejahteraan masyarakat.

 

Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi menyampaikan dukungannya terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk terus mendukung kegiatan pertanian, memanfaatkan potensi lokal secara bijak, serta menjaga lingkungan agar dapat memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang,” kata AKBP Arum saat dikonfirmasi PS Kasihumas Ipda Abner, S.Sos., usai kegiatan.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, petani, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pertanian sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar aktivitas pertanian serta pembangunan daerah dapat berlangsung dengan baik.

Kegiatan peringatan Hari Tani Nasional dan Hari Pangan Sedunia tingkat Kabupaten Gunung Mas itu berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif.

Melalui momentum ini, penguatan ketahanan pangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Dukungan terhadap petani, pemanfaatan lahan produktif, pelestarian tradisi manugal, serta pengembangan potensi desa menjadi langkah penting untuk membangun kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gunung Mas.

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98, Polres Gunung Mas Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Kepedulian Generasi Muda

28 Okt 2026 - 06:36 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Polres Gunung Mas Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Kepedulian Generasi Muda

Dekati Warga, Kapolres Gunung Mas Rangkul 50 Petugas Kebersihan untuk Jaga Kamtibmas

28 Okt 2026 - 06:23 WIB

Dekati Warga, Kapolres Gunung Mas Rangkul 50 Petugas Kebersihan untuk Jaga Kamtibmas

Lansia 72 Tahun Ditemukan Terbakar di Kebun Karet Bentot, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

28 Okt 2026 - 02:11 WIB

Lansia 72 Tahun Ditemukan Terbakar di Kebun Karet Bentot, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

28 Okt 2026 - 02:02 WIB

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

Irdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden RI di Gunung Mas, Dandim 1018 Turut Mendampingi

27 Okt 2026 - 06:00 WIB

Irdam XXII/Tambun Bungai Salurkan Bantuan Presiden RI di Gunung Mas, Dandim 1018 Turut Mendampingi
Trending di TNI