PENUTURNEWS.ID – Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., kembali memilih cara turun langsung untuk mengenal wilayahnya. Kamis (13/8/2026), bukan sekadar duduk manis di balik meja, Kapolres bertandang ke Mako Polsek Tewah untuk melihat dari dekat kondisi wilayah sekaligus menyerap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kunjungan kerja yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu menjadi bagian dari orientasi wilayah sekaligus memperkuat koordinasi dengan unsur Tripika dan para tokoh masyarakat Kecamatan Tewah.
Rombongan Kapolres disambut Kapolsek Tewah IPDA Michael Bethrand Simanjuntak, S.Tr.K., Danramil Tewah yang diwakili Sertu Achjani, Camat Tewah Evelnie, S.E., Lurah Tewah H. Noor Ifansyah, S.IP., M.M., Damang Tewah Yudi Evin T Umbing, unsur Damkar, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta personel Polsek Tewah.
Setibanya di markas, Kapolres langsung menerima laporan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) serta laporan kesatuan dari Kapolsek Tewah. Laporan itu menjadi semacam “peta jalan” bagi Kapolres untuk membaca kondisi wilayah hukum Polsek Tewah, termasuk persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Namun, bagi Kapolres, menjaga keamanan bukan semata soal datang ketika masalah sudah meledak. Polisi juga harus hadir sebelum masalah menjadi besar.
Karena itu, ia meminta jajaran Polsek Tewah mengedepankan komunikasi dalam menangani persoalan masyarakat. Jika masih memungkinkan diselesaikan secara kekeluargaan, pendekatan tersebut dinilai perlu menjadi langkah awal, tentunya tetap dengan berpegang pada aturan yang berlaku.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita hadir dan mendengarkan masyarakat. Untuk setiap permasalahan atau laporan, sepanjang memungkinkan, kita kedepankan penyelesaian secara kekeluargaan terlebih dahulu dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku,” ujar AKBP Arum Sari Puspita Dewi saat dikonfirmasi PS Kasihumas Ipda Abner S.Sos., Jumat (14/8/2026) pagi.
Dari urusan komunikasi warga, pembahasan kemudian bergeser ke persoalan yang tak kalah menarik: balapan liar dan knalpot yang suaranya kadang lebih dulu datang sebelum pengendaranya.
Kapolres meminta personel meningkatkan patroli di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi arena balapan liar. Penertiban penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis juga menjadi perhatian agar ketertiban dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.
Urusan lain yang tak kalah serius adalah karhutla. Kapolres menekankan agar sinergi antara Polri, pemerintah kecamatan, TNI, Damkar dan masyarakat terus diperkuat. Sebab, menghadapi api bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan sendirian.
Semangat tersebut bahkan langsung terlihat dalam kunjungan itu. Setelah memberikan arahan, Kapolres mengecek kendaraan dinas serta sarana dan prasarana pendukung penanganan karhutla di Polsek Tewah. Kondisi peralatan diperiksa untuk memastikan ketika api muncul, petugas tidak sibuk mencari-cari alat yang seharusnya sudah siap di markas.
Kunjungan juga diwarnai aksi sosial. Kapolres Gunung Mas menyerahkan puluhan paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah warga.
Setelah urusan wilayah dan sarana dicek, Kapolres kembali memberikan perhatian kepada personel. Integritas dan kedisiplinan menjadi pesan utama. Personel diminta menjauhi narkoba dan judi online serta tidak mengabaikan pengembangan karier.
Termasuk soal kenaikan pangkat. Jangan sampai sudah waktunya naik pangkat, tetapi urusannya malah tertinggal di belakang. Karena itu, personel diingatkan memastikan proses administrasi dan persyaratan berjalan dengan baik.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah bersama unsur pemerintah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat dan personel kepolisian.
Perempuan yang suka memakai hijab tersebut menjelaskan, kunjungan ke Polsek Tewah bukan sekadar agenda kerja dan foto bersama. Ini menjadi cara untuk melihat langsung kondisi lapangan, mendengar persoalan dari berbagai pihak dan memastikan jajaran di tingkat kecamatan tidak bekerja sendirian.
Dari balapan liar, knalpot bising, karhutla, bantuan sembako, sampai urusan disiplin personel, semuanya masuk dalam satu meja koordinasi.
“Pesan saya polisi tidak cukup hanya terlihat ketika sirene berbunyi. Sebelum masalah menjadi besar, polisi itu harus sudah lebih dulu hadir, mendengar dan bergerak,” lugasnya.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]










Komentar ditutup.