PENUTURNEWS.ID – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tak hanya dilakukan dengan patroli di kawasan rawan. Polres Gunung Mas juga memilih turun langsung menemui masyarakat untuk menyampaikan pesan pencegahan.
Langkah itu dilakukan personel Polisi Wanita (Polwan) Polres Gunung Mas melalui inovasi SITUKEPMAS (Polisi Tukep Masyarakat) dengan menyambangi masyarakat yang melintas di Jalan Lintas Simpang Tewah-Kurun, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, para Polwan tak sekadar melakukan patroli. Mereka berdialog langsung dengan warga sekaligus menyampaikan imbauan agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Maklumat Kapolda Kalimantan Tengah tentang larangan membakar hutan dan lahan turut dibagikan kepada masyarakat. Isi maklumat tersebut kemudian dijelaskan secara langsung agar warga memahami risiko dan dampak serius yang dapat ditimbulkan dari pembakaran lahan.
Tiga personel Polwan yang terlibat yakni Bripka Yana Maria, AMK, Bripda Kristin, S.A.P., dan Bripda Nanda Ayu.
Dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif, mereka menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla.
Selain mengingatkan larangan membakar lahan, personel Polwan juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak kabut asap terhadap aktivitas sehari-hari.
Warga yang beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kabut asap masih terjadi.
Wakapolres Gunung Mas Kompol Indras Purwoko, S.H., mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., mengatakan SITUKEPMAS menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri yang menyentuh langsung masyarakat.
“Melalui inovasi SITUKEPMAS, kami ingin memastikan kehadiran Polri dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Salah satunya dengan memberikan edukasi dan imbauan agar masyarakat bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata Kompol Indras.
Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Peran masyarakat sangat penting, terutama dalam memastikan tidak ada pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan.
Ia juga meminta masyarakat segera memberikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan adanya titik api maupun indikasi terjadinya Karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi ataupun kejadian Karhutla. Masyarakat juga kami imbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah apabila kondisi kabut asap masih terjadi,” ujarnya.
Patroli tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat komunikasi antara polisi dan masyarakat. Pesan-pesan kamtibmas disampaikan secara langsung agar tidak berhenti sebagai imbauan, tetapi dapat dipahami dan diterapkan warga.
Melalui SITUKEPMAS, Polres Gunung Mas terus mendorong masyarakat menjadi mitra kepolisian dalam menjaga lingkungan sekaligus mencegah Karhutla sejak dini.
Langkah preventif melalui patroli, edukasi dan komunikasi langsung dengan warga diharapkan mampu mempersempit ruang terjadinya pembakaran lahan serta mempercepat penanganan apabila muncul potensi kebakaran.
Patroli Polwan di Jalan Lintas Simpang Tewah-Kurun berlangsung aman dan lancar.
Pesannya sederhana, tetapi penting: jangan tunggu api membesar. Cegah sejak awal, laporkan jika melihat, dan jaga Gunung Mas dari ancaman Karhutla.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp:https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]










Komentar ditutup.