KUALA KAPUAS, Penuturnews.id– Adanya kejadian tanah longsong di lokasi tambang di Sungai Pinang, Desa Marapit, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, yang membuat empat orang meninggal dunia, menjadi prihatin dari Bupati Kapuas.
Bupati Kapuas H.M Wiyatno menyampaikan duka dan prihatin, dengan adanya kejadian tanah longsor yang menyebabkan empat orang meninggal dunia tersebut.
“Saya turut berduka cita dengan adanya kejadian yang terjadi di Desa Marapit, Sungai Pinang Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas,” ungkapnya.
Dirinya menuturkan diharapkan dengan adanya program transmigrasi lokal, bisa membuat masyarakat yang bekerja di lokasi tambang menjadi petani transmigrasi, sehingga mencegah adanya kejadian yang serupa.
“Dengan adanya program transmigrasi bisa membuat masyarakat yang bekerja sebagai tambang menjadi petani transmigrasi, agar tidak terjadi lagi kejadian seperti yang terjadi ini,”pungkasnya.
Untuk dirinya akan berkordinasi dan komunikasi dengan pihak provinsi terkait dengan kegiatan tambang yang kedepannya adanya penambangan rakyat, dalam mencegah kejadian yang menelan korban jiwa.
Sementara itu, Kapolres Kapuas AKBP Gede Eka Yudharma melalui kasat reskrim AKP Rizki Atmaka Rahadi membenarkan, adanya kejadian tanah langsor yang menewaskan empat orang pekerja tambang, dimana saat ini pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian dan memeriksa beberapa saksi.
“Masih dalam penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi dalam kejadian tanah longsong yang menewaskan empat orang, saat ini para anggota masih dilokasi kejadian,” jelasnya.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[red]










Komentar ditutup.