PALANGKA RAYA, Penuturnews.id – Saat ini, diduga p3laku p3mb*n*h4n terhadap Nurmaliza (29) yang j4s4dny4 ditemukan di Jalan Trans Kalimantan, Desa Garung, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, kini sudah diamankan oleh aparat Kepolisian dari Polda DIY.
Pelarian diduga pelaku AJ, berakhir di tangan polisi. Ia diketahui hanya pekerja di salah satu cafe di Kota Palangka Raya, yang usianya masih muda, dan berkuliah di universitas terbesar di Palangka Raya.
Dari berbagai platform di media sosial, beredar foto wajah AJ disebut-sebut diduga sebagai pelaku yang juga, ia tidak lain adalah kekasih dari korban Nurmaliza.
Lantas, hal itulah banyak dari netizen yang menerka dan ada sebagian lagi berspekulasi motif dari kasus kriminal pelaku pembunuhan tersebut, sangat kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor emosional yang tidak terkendali, ekonomi, hingga sosial.
Berikut, ada tiga motif pembunuhan yang umum meliputi motif emosional, ekonomi, dan sosial. Motif emosional dapat dipicu oleh emosi seperti kemarahan, kecemburuan, atau balas dendam. Motif ekonomi biasanya berkaitan dengan uang atau harta benda. Sementara itu, motif sosial bisa melibatkan konflik sosial atau masalah dalam hubungan interpersonal. Misalnya,
Motif Emosional:
Kemarahan:
Seseorang yang sangat marah mungkin melakukan tindakan pembunuhan karena tidak dapat mengendalikan emosinya.
Kecemburuan:
Motif asmara atau kecemburuan sering kali menjadi pemicu pembunuhan, seperti dalam kasus pembunuhan karena perselingkuhan atau cemburu terhadap orang lain.
Balas Dendam:
Pembunuhan juga dapat terjadi sebagai bentuk balas dendam terhadap orang yang dianggap telah melakukan kesalahan atau melukai pelaku.
Motif Ekonomi:
Perampokan: Motif ekonomi sering kali terkait dengan perampokan atau pencurian untuk mendapatkan keuntungan finansial.
Uang: Pembunuhan dapat dilakukan untuk mendapatkan uang, baik dalam bentuk perampokan, penggelapan, atau untuk memenuhi kebutuhan finansial.
Utang-piutang: Hutang yang tidak dapat dilunasi juga dapat menjadi pemicu pembunuhan.
Motif Sosial:
Konflik Sosial:
Pembunuhan dapat terjadi dalam konteks konflik sosial, seperti konflik antar kelompok atau pertikaian yang sudah berlangsung lama.
Hubungan Interpersonal:
Masalah dalam hubungan interpersonal, seperti konflik dalam keluarga atau pertemanan, juga dapat memicu pembunuhan.
Kekuasaan:
Beberapa kasus pembunuhan dilakukan untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan, seperti dalam kasus geng atau mafia.
Selain motif-motif di atas, pembunuhan juga dapat dipicu oleh faktor lain, seperti gangguan mental, pengaruh lingkungan, atau ideologi tertentu.
Nurmaliza yang lahir di Kota Palangka Raya 17 Maret 1996, status kawin cerai hidup, pekerjaan mengurus rumah tangga, kemudian ia diketahui merupakan lulusan D3 keperawatan atau Amd.Kep.
Selanjutnya, ia merupakan anak dari Safrudin atau akrab disapa Udin Iyul, Ketua RW di kawasan Flamboyan Bawah, Kelurahan Langkai, Pahandut, Kota Palangka Raya. Korban juga merupakan seorang perempuan memiliki anak, bahkan ia disebut-sebut telah berstatus janda.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[*/red]










Komentar ditutup.