KUALA KURUN – Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Wakil Ketua OSIS merupakan momen penting yang selalu dinantikan oleh seluruh siswa di setiap sekolah. Seperti, pelaksanaan telah dilakukan oleh pelajar di SMAN-1 Kurun, waktu lalu.
Proses pemilihan ini, yang mana memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang demokrasi dan pentingnya partisipasi aktif dalam menentukan pemimpin mereka.
Selain itu, pemilihan ini juga menjadi ajang bagi calon-calon pemimpin muda untuk menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan visi mereka untuk kemajuan sekolah. Para kandidat untuk posisi ketua dan wakil ketua OSIS biasanya akan mempersiapkan diri dengan matang, termasuk menyusun program kerja dan strategi kampanye yang efektif
Dalam mendukung implementasi kehidupan berdemokrasi tersebut, SMAN 1 Kuala Kurun menyelenggarakan pemilihan Umum Ketua OSIS periode 2024-2025
Pemilihan ini diadakan sesuai dengan tata cara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ataupun Presiden di Indonesia yaitu dengan pencoblosan secara langsung.
Kepala Sekolah SMAN 1 Kuala Kurun, Batuah, menuturkan, prinsip demokrasi ini diterapkan dalam pemilihan ketua OSIS yang diharapkan memberikan pelajaran untuk menggunakan hak yang dimiliki secara bertanggung jawab.
Dalam pemilu ini ada 3 pasang kontestan dalam pencalonan ketua OSIS. Para calon dipilih melalui MPK (musyawarah perwakilan kelas), selanjutnya setelah terpilih 3 pasang kemudian dilaksanakan pemilihan umum dimana seluruh siswa/siswi bakal melakukan pencoblosan di Tempat Pemilihan Suara (TPS).
Dari data yang dihimpun, Pilkasis yang digelar menghasilkan Lansha Vitaloca Aprilya sebagai Ketua OSIS dan Ester Prilya Thomas Putri sebagai Wakilnya, dengan perolehan 623 suara. Mengungguli Paslon David-Putri (105 suara) dan Diki-Mario (116 suara).
Dari total 1011 daftar pemilih, total penggunaan suara berjumlah 844 suara. Berikut terdapat 126 pemilih ya golput dan 41 jumlah suara yang rusak.
Batuah mengungkapkan, pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS periode 2024-2025 ini adalah wujud penanaman demokrasi sejak dini sehingga nantinya terbiasa dengan alam demokrasi yang ada di negara ini.
“Kami ingin. Menjadikan pemilihan ketua OSIS ini sarana untuk melatih berdemokrasi terhadap siswa. Jadi merekalah penyelenggaranya yang aada akhirnya membuahkan seorang pemimpin yang dihasilkan dari pilihannya juga,” katanya. [RED]










Komentar ditutup.