TAMIANG LAYANG – Seorang pria berinisial RS (46) karyawan PBS sawit, Ia harus dilarikan ke RSUD Tamiang Layang oleh karyawan lain di perusahan itu. Lantaran hal sepele, pelaku sampai rela menikam teman seprofesi pakai pisau sampai keluar ususnya.
Pasalnya, dirinya mendapat luka serius dan diduga ditikam rekan kerjanya berinisial RM alias RW (43), di mess milik perusahaan di Desa Janah Jari, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, pada Selasa, 17 September 2024.
Baca Juga : Kapolres Tangapi Video Beredar di Medsos Ada Pungli di SPBU Sampit
Peristiwa tragis tersebut terjadi tadi pagi diperkirakan sekitar pukul 06.00 WIB. Kejadian, berawal saat pelaku hendak absen fingerprint dan melewati mess korban. Dimana, pelaku langsung mendatangi korban untuk menanyakan terkait pembayaran upah proning yang seharusnya dibayarkan saat itu.
Namun, saat korban (RS-Red) menyuruh pelaku mencoba menanyakan secara langsung kepada mandor, akan tetapi karena RM diduga terpancing dan sudah naik pitam serta tersulut emosi pelaku.
Tanpa tanda-tanda, dimana RM mencabut parang yang diikatkan dipinggang dan menghunuskannya ke arah korban sebanyak satu kali. Oleh tebasan itu, korban mengalami luka serius pada bagian belikat sebelah kiri.
Beruntung, dilokasi kejadian perkara (TKP) tidak berlanjut dimamana para saksi yang melihat, sontak menarik pelaku dan berusaha melerai perkara itu. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian perut, usus terburai, hingga tangan mengalami luka-luka.
Baca Juga : Sebelum Malaikat Maut Menjemput, DB Diduga Sempat Gunakan Benda Ini!
Dikomfirmasi, Kapolres Bartim AKBP Viddy Dasmasela, melalui Kapolsek Awang, AKP Eko Sutrisno membenarkan, telah terjadi penganiayaan terhadap korban. Menurutnya, keduanya rekan yang merupakan karyawan perusahaan setempat.
“Dugaan sementara permasalahan tersebut dipicu selisih paham atas pembayaran gaji pelaku yang membuat pelaku tersinggung pada saat ditanyakan ke korban. Untuk pelaku sudah kita amankan sementara korban sudah kita evakuasi dan lakukan perawatan di RSUD Tamiang Layang,” ungkap Kapolsek via WhatsApp.
AKP Eko Sutrisno menyesalkan, kejadian tersebut dan berharap semua pihak mampu menahan diri dalam setiap menyelesaikan permasalahan. Ia juga mengimbau warga bisa menghindari tindakan kekerasan yang bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.[s-red]











Komentar ditutup.