Menu ✖

Kabupaten Gunung Mas

Harubuh Manugal, Budaya Berladang Tradisional Bakal Digelar di Tewah

badge-check

Kepala Disbudpar Gumas Hansli Gonak didampingi Kabid Kesenian Ahmady, dan pihak terkait ketika mengecek lahan yang menjadi tempat pelaksanaan Harubuh Manunggal, mendatang di Kelurahan Tewah, Selasa (1/10) lalu. Foto Disbudpar Gumas
Perbesar

Kepala Disbudpar Gumas Hansli Gonak didampingi Kabid Kesenian Ahmady, dan pihak terkait ketika mengecek lahan yang menjadi tempat pelaksanaan Harubuh Manunggal, mendatang di Kelurahan Tewah, Selasa (1/10) lalu. Foto Disbudpar Gumas

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), akan menggelar Harubuh Manugal yang dilaksanakan pada 7 Oktober 2024, mendatang.

Kegiatan Harubuh Manugal saat ini adalah pelaksanaan yang ketiga. Dimulai pada tahun 2021, 2023 dan saat ini di 2024 di Kabupaten Gunung Mas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Hansli Gonak melalui Kabid Kesenian Ahmady, menyampaikan Harubuh Manugal ini merupakan salah satu event yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam rangka melestarikan budaya dayak bercocok tanam atau berladang tradisional dan mengangkat kearifan lokal.

“Kami berharap kegiatan kearifan lokal seperti ini selalu lestari serta menjadi pengingat dan pengetahuan bagi generasi di masa yang akan datang. Tujuannya bagus dan memperkenalkan budaya kita untuk keluar dan kalau bisa ini bisa menjadi agenda tahunan,” Ungkap Ahmady, Kamis (3/10).

Ahmady menjelaskan, tradisi Harubuh Manugal ini juga telah dicatatkan dalam hak kekayaan intelektual (HAKI) di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). dan pada tahun 2024, Harubuh Manugal telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbutristek) sebagai warisan budaya tak benda Indonesia tahun 2024.

Menurutnya, kegiatan semacam ini juga perlu diperkenalkan anak sekolah sehingga mereka akan mengetahui budaya dan kearifan lokal yang dimiliki kabupaten bermotto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’ ini.

“Lahan yang disiapkan untuk Harubuh Manugal sekitar 3 Hektare, persiapan benih yang ditanam yakni tanaman padi beras dan padi pulut,” Beberapa Ahmady.

Pihaknya juga mengundang peserta didik dari SMAN-1 Tewah dan SMPN-1 Tewah, supaya mereka memahami serta mengetahui keragaman kesenian dan kebudayaan daerah yang dimiliki Kabupaten Gumas.

“Harapan kita kalau bisa anak sekolah bisa mengetahui kegiatan ini, kalau jaman dulu semua anak tahu kalau manugal itu apa, tapi jaman sekarang sangat jarang sekali dilakukan yang namanya manugal maka saya setuju kalau mereka ikut melihat,” pungkasnya. [RED]

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

28 Okt 2026 - 09:15 WIB

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

28 Okt 2026 - 02:02 WIB

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

Jumat Keliling di Kuala Kurun, Polres Gunung Mas Buka Ruang Aduan Warga

24 Okt 2026 - 02:33 WIB

Jumat Keliling di Kuala Kurun, Polres Gunung Mas Buka Ruang Aduan Warga

Kejar Target Desa Sehat, Camat Kahut Wano Siapkan Tim Kecamatan Turun Langsung ke Desa

23 Okt 2026 - 06:41 WIB

Kejar Target Desa Sehat, Camat Kahut Wano Siapkan Tim Kecamatan Turun Langsung ke Desa

Sisir Karaoke di Pilang Munduk, Polres Gunung Mas Tes Urine Enam Pengunjung

23 Okt 2026 - 06:29 WIB

Sisir Karaoke di Pilang Munduk, Polres Gunung Mas Tes Urine Enam Pengunjung
Trending di Kabupaten Gunung Mas