Lokasi tempat kedua warga yang diduga tertimbun tanah longsor di Daerah Darajoi, Kecamatan Damang Batu, Rabu (22/01/2025).
Kuala Kurun, Penuturnews.id – Dua orang warga Mahuroi yakni Gadeonsin alias Bapa Yesi (56) dan iparnya Muliadi (51) diduga tertimbun tanah longsor ketika tidur pulas didalam pondok. Peristiwa naas itu terjadi, di daerah Darajoi, Desa Tumbang Mahuroi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), pada Rabu (22/01/2025).
Informasi dihimpun dari Polisi, masih ada dua orang yang diduga tertimbun material longsor ketika masih dalam pondok. Memang, kala itu hujan yang hampir setiap hari dimana saat itu sedang diguyur sangat deras.
Akibatnya, kedua orang warga yakni Bapa Yesi dan iparnya ini yang ada dalam pondok beristirahat tidur, dan tiba-tiba tanah bergerser hingga tertimbun oleh longsoran tanah di sekitar lereng bukit Darajoi.
Keluarga yang mengetahui kejadian tersebut, langsung melaporkan peritiwa yang dialami saudara mereka tersebut ke pihak Polsek Kahayan Hulu Utara (Kahut). Kemudian, anggota yang piket langsung menuju TKP.
Kapolres AKBP Theodorus Priyo Santosa melalui Kapolsek Kahut Ipda Muklisin membenakan peristiwa tertimbunnya kedua warga saat berada didalam pondok tersebut, dan saat ini pihaknya bersama tim penyelamat dari BPBD sedang berada di lokasi kejadian.
“Mereka saat itu diperkirakan berada didalam pondok dan mereka tertidur karena saat itu hujan deras dan diduga saat itulah tanah longsor,” ungkap Kapolsek Kahut Ipda Muklisin dikomfirmasi, Kamis (23/01/2025).
Baca Juga : Pemkab Gumas Konsultasi Publik Ranwal RKPD untuk Tahun 2026
Ia menambahkan, musibah tanah longsor tersebut dipastikan Kapolsek Kahut, memang murni akibat faktor alam, serta diduga juga diakibatkan intesitas hujan beberapa hari ini begitu lebat. sehingga, struktur tanah sangat mudah bergeser.
“Sedangkan, kalau lokasi pondok mereka berdua berada juga berada di lereng bukit sehingga ikut tergerus oleh tanah longsor dan bukan adanya faktor aktivitas dari Pertambangan Tanpa Izin (PETI),” tegasnya. [c-red]










Komentar ditutup.