Tampak dalam video pendek tersebut sedang menjambak rambut korban. [Screnshoot FB]
PALANGKA RAYA, PENUTURNEWS.ID – Baru-baru ini, video viral di jagat maya beredar di Facebook (FB), berjudul viral “Gacor”. Yang mana dalam postingan video pendek tersebut terlihat kelakuan wanita memakai baju daster motif bunga warna hijau hitam diduga menjabak, membogem dan tendang gadis baju warna cream celana panjang warna pink yang tak berdaya.
Diketahui, video tersebut sedang populer dan viral di jagat maya. Pasalnya dalam potongan video pendek berdurasi 0:46 detik. Tersebut memperlihatkan kejadian penganiaya seorang anak diduga juga masih sekolah yang duduk di bangku SMP.
Baca Juga : Masyarakat Gumas Wajib Ketahui, Pelaporan SPT Akan Segera Berakhir
Parahnya, kejadian itu tidak diketaui pasti hari akan tetapi peristiwa itu diduga terjadi di pingir jalan aspal dan tidak ada perlawanan dari anak perempuan tersebut dan disaksikan oleh beberapa anak lainnya, yang terjadi di salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas).
Dimana, percakapan mereka dalam video tersebut, menggunakan bahasa Dayak Daerah Kalteng, (mohon maaf-red) kata-kata yang dilontarkan mereka tidak layak disebutkan diperjemahkan. Dari salah satu dari mereka yang melihat dalam video tersebut menyebutkan sebagian kata dalam bahasa Indonesia.
“Ketua lagi Gancor” kata salah satu dari mereka. Lalu disambungkan oleh salah satu lagi. “Lagi Gancor nich boss,” ujar satunya juga ikut menyela.

Salah satu warga net, yakni akun FB-nya Wosi Onching menuliskan di statusnya pada Senin (17/03/2025) “sampai sedang populer je sabajaii gacor jituh,” ulasnya yang diposting dua jam lalu. Dimana uplaod tersebut menuai komentar warganet. Ternyata, Sebanyak satu kali dibagikan, enam kali dikometari dan di like sebanyak 29 kali.
Begitu juga di akun medsos melalui akun Facebok Fitriani III, membagikan video pendek kelanjutan “Gacor” menuliskan setatusnya dengan bahasa daerah Kalteng, yang baru dibagikannya pada 51 menit yang lalu, kini mendapatkan 82 kali disukai, 24 kali dibagikan dan 25 komentar.
Sementara itu, saat dikomfirmasi Kapolsek Tewah Iptu Imam Maliqi membenarkan kejadian tersebut, dan pihaknya sudah memangil kedua belah pihak untuk dimediasi dan sepakat damai.
“Mereka juga bersedia tampung tawar untuk penyelesaian secara adat dan kekeluargaan, dari FB kedua pihak sudah menghapus video yang viral itu,” tandas dia. [red]
Baca Juga : Hangatkan Bulan Ramadan, Polres dan Insan Pers Berbagi Takjil









Komentar ditutup.