GUNUNG MAS, Penuturnews.id – Dalam pelaksanaan Program 100 Hari Kerja yang telah dicanangkan Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Harus pentingnya pengawalan dari semua program tersebut. Pasalnya, komitmen dan keseriusan dari perangkat daerah dalam merealisasikan target-target kerja di awal pemerintahan tahun 2025.
Penegasan tersebut disampaikan, Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, saat membuka kegiatan rapat koordinasi pengendalian dan evaluasi (Rakordalev) perencanaan pembangunan triwulan I dan penandatanganan komitmen inovasi daerah, yang digelar di Aula Bapperida setempat, Senin (05/05/2025).
Dalam paparanya, Bapak Anya sapaan akrapnya sehari-hari ini menjelaskan, upaya peningkatan PAD melalui kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang telah ditandatangani pada 30 April 2025.
Dimana, itu mencakup tiga aspek utama, teknologi pengolahan emas ramah lingkungan untuk skala tambang rakyat, penyusunan dokumen peta jalan Iptek daerah, dan pengelolaan sumber daya genetik pertanian serta indikasi geografis.
“Pemanfaatan teknologi tambang emas ramah lingkungan harus menjadi terobosan nyata untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan berkontribusi pada PAD,” kata Jaya.
Orang nomor satu di Kabupaten Gumas ini menjelaskan, capaian penerimaan dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), yang baru mencapai 23,51 persen dari target Rp.29 miliar. Ia meminta Badan Pendapatan dan Samsat Gumas melakukan inovasi, termasuk wacana pemutihan denda pajak dan optimalisasi kendaraan berplat KH-H (Gunung Mas).
Termasuk, sambungnya digitalisasi pendapatan daerah juga menjadi fokus, seperti penggunaan alat perekam pajak di hotel/restoran, serta penerapan pembayaran non-tunai (Qris) di sektor wisata dan retribusi daerah, guna menekan potensi kebocoran pendapatan.
“Percepatan pelaksanaan kegiatan melalui e-purchasing paling lambat minggu ketiga Mei, dan tender paling lambat minggu keempat Juni 2025, mengingat sisa waktu efektif hanya sekitar enam bulan, termasuk perangkat desa dibina untuk mempercepat penyaluran DD dan ADD serta menyelesaikan laporan keuangan tahun sebelumnya,” terang pria kelahiran 1979 ini.
Suami dari Mimi Mariatie ini juga menekankan, perlunya kolaborasi dengan program pemerintah pusat dan provinsi, seperti Program Swasembada Pangan, Makanan Bergizi Gratis (MBG), penguatan UMKM, dan pembentukan Koperasi Merah Putih. Ia menegaskan bahwa sumber pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan APBD.
“Seluruh perangkat daerah saya minta serius melaksanakan inovasi yang telah didaftarkan dan memastikan adanya minimal enam inovasi di bidang pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perumahan, ketertiban umum, dan sosial,” tegasnya.
“Jangan sampai inovasi hanya daftar saja tanpa bukti. Terlebih kita ingin daerah kita mendapatkan nilai maksimal di ajang IGA Kemendagri,” pungkas Bapak Anya tadi siang dalam sambutannya.
Jaya menambahkan, dalam acara Rakordalev ini menjadi momentum strategis, untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus menyusun langkah nyata, hingga ke depan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[*/red]










Komentar ditutup.