PALANGKA RAYA, Penuturnews.id – Sebuah gebrakan baru oleh pemerintah, khususnya dalam pemanfaatan aset daerah mulai tampak di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Seperti di Gedung sekolah SDN 2 Langkai yang sempat terbengkalai kini tengah direnovasi untuk menjadi tempat belajar bagi puluhan anak dari keluarga kurang mampu, melalui program nasional Sekolah Rakyat (SR) yang akan dimulai Agustus 2025.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengungkapkan bahwa program pendidikan berasrama (boarding school) ini akan menampung 70 siswa angkatan pertama, seluruhnya berasal dari keluarga prasejahtera. Uniknya, alih-alih membangun fasilitas baru, pemerintah daerah memilih menghidupkan kembali bangunan lama yang sudah tak terpakai.
“Awalnya kita memang ingin bangun gedung baru, tapi lahannya belum memungkinkan. Jadi kita manfaatkan gedung yang ada. Ini justru lebih efisien dan cepat,” ujarnya, Jumat (11/7/2025).
Zaini menekankan bahwa langkah ini bukan hanya hemat anggaran, tetapi juga selaras dengan semangat efisiensi dan pemberdayaan aset negara. Pemerintah pusat akan menyiapkan seluruh fasilitas pendukung, sementara pemerintah daerah berfokus menyiapkan siswa.
Dengan sistem asrama, para siswa akan tinggal di lokasi dan mendapatkan pendidikan serta kebutuhan sehari-hari secara gratis.
“Anak-anak ini tidak perlu lagi memikirkan biaya sekolah maupun makan. Semuanya sudah ditanggung,” tuturnya.
Program Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk pemerataan pendidikan, terutama bagi mereka yang selama ini sulit mengakses sekolah layak karena faktor ekonomi.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[rri/red]








Komentar ditutup.