Menu ✖

Hukum dan Kriminal

Warga Indonesia Tertembak, saat Bentrok Perbatasan RI-Timor Leste

badge-check

Kapolres Timor Tengah Utara, AKBP Eliana Papote, S.I.K.,M.M (satu dari kiri)?ditemani Dansatgas Pamtas RI-RDTL Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho (tengah), serta Dandim 1618/TTU Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E (paling kanan) melakukan olah TKP usai bentrokan antarawarga Indonesia dan Timor Leste, Senin (25/8/2025) (Foto: Stef Kosat) Perbesar

Kapolres Timor Tengah Utara, AKBP Eliana Papote, S.I.K.,M.M (satu dari kiri)?ditemani Dansatgas Pamtas RI-RDTL Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho (tengah), serta Dandim 1618/TTU Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E (paling kanan) melakukan olah TKP usai bentrokan antarawarga Indonesia dan Timor Leste, Senin (25/8/2025) (Foto: Stef Kosat)

JAKARTA, Penuturnews.id – Warga Indonesia di Desa Inbate, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), NTR dilaporkan bentrok dengan warga Timor Leste. Bentrok dipicu pemasangan patok koordinat baru sepihak oleh satuan patroli perbatasan Timor Leste, Unidade de Patrulhamento da Frontera (UPF).

Warga Inbate Baltasar Sasi menjelaskan, bentrokan terjadi di kebun warga Saop’an, titik koordinat 35, 36, 37. Akibat peristiwa itu, Paulus Taeki Oki, warga Inbate, tertembak di bahu kanan.

Korban sempat dirawat di Puskesmas Inbate sebelum dirujuk ke RSUD Kefamenanu. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan jenis peluru yang menembus tubuh korban.

Menurut Baltasar, pemasangan patok baru mengancam lahan warga seluas 12,60 hektare. Langkah itu dilakukan tanpa sepengetahuan Camat Bikomi Nilulat, Pemkab TTU, maupun warga Desa Inbate.

Baltasar menyebut UPF bersama warga Timor Leste masuk wilayah Indonesia. Mereka membangun patok perbatasan dari baja ringan di lahan warga Inbate.

Warga Inbate menolak pemasangan patok tersebut sehingga terjadi penembakan oleh UPF. Sebanyak delapan kali tembakan dilepaskan, melukai Paulus Oki di lokasi kejadian.

Awalnya, UPF datang menggunakan dua sepeda motor sambil membawa material patok baja ringan. Warga menegur agar tidak memasang, namun UPF kembali dengan senjata dan melepaskan tembakan.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho, angkat bicara. Dikatakan, sebelumnya sudah meminta pembangunan patok baru dipending melalui surat resmi.

Reindi menilai, pemasangan patok baru berpotensi menimbulkan konflik dan harus dibahas kedua negara. Karena itu, ia mengajak, masyarakat menyampaikan nota protes resmi kepada Pemerintah Timor Leste.

“Penembakan ini merupakan kejadian luar biasa sehingga harus ada penyelesaian baik,” kata Letkol Arh Reindi. Ditegaskan, diplomasi penting agar konflik tidak meluas di kawasan perbatasan Inbate.

Ia juga meminta masyarakat mempercayakan penyelesaian masalah pada pemerintah Indonesia. TNI-Polri, kata Reindi, akan selalu hadir dan mendampingi masyarakat Desa Inbate menghadapi situasi ini.

Saran, ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di

 

[rri.co.id/red] 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

28 Okt 2026 - 09:15 WIB

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

Sumpah Pemuda ke-98, Polres Gunung Mas Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Kepedulian Generasi Muda

28 Okt 2026 - 06:36 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Polres Gunung Mas Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Kepedulian Generasi Muda

Dekati Warga, Kapolres Gunung Mas Rangkul 50 Petugas Kebersihan untuk Jaga Kamtibmas

28 Okt 2026 - 06:23 WIB

Dekati Warga, Kapolres Gunung Mas Rangkul 50 Petugas Kebersihan untuk Jaga Kamtibmas

Lansia 72 Tahun Ditemukan Terbakar di Kebun Karet Bentot, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

28 Okt 2026 - 02:11 WIB

Lansia 72 Tahun Ditemukan Terbakar di Kebun Karet Bentot, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota

28 Okt 2026 - 02:02 WIB

Sebelum Tertibkan Warga, Satlantas Polres Gunung Mas Periksa Disiplin Internal Anggota
Trending di Kabupaten Gunung Mas