KUALA KURUN, Penuturnews.id – Ritual Tiwah massal yang dilaksanakan di Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas. Hal itu, dibuka langsung oleh Asisten I Setda Gunung Mas, Lurand, mewakili Bupati. Menurut dia, Ritual Tiwah adalah kekayaan budaya dan warisan leluhur yang merupakan kewajiban untuk dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.
“Ritual Tiwah adalah kekayaan budaya dan warisan leluhur yang merupakan kewajiban untuk dijaga agar tidak hilang ditelan zaman,” kata Lurand, pada Senin,( 8/9/2025).
Dimana, ujarnya, era globalisasi dan kemajuan teknologi berpotensi mengikis warisan leluhur karena masyarakat cenderung meninggalkan gaya hidup yang dianggap ketinggalan zaman. Selain itu, warisan leluhur, termasuk Ritual Tiwah, adalah kekayaan budaya tak ternilai, identitas suku/kelompok masyarakat, dan bentuk penghormatan kepada leluhur dan arwah.
Dilanjutkannya, ritual Tiwah juga memiliki nilai keagamaan dan budaya yang sangat penting bagi umat Hindu Kaharingan.
“Selain nilai keagamaan dan budaya, Ritual Tiwah juga memiliki potensi sebagai daya tarik wisata yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Kemudian, ritual Tiwah memiliki potensi wisata yang perlu dikembangkan dan dipromosikan,” kata Lurand.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Gunung Mas, Hansli Gonak, menjelaskan bahwa bantuan yang bisa diberikan adalah untuk Laluh Basir (upah) sebesar Rp 81.000.000, dari APBD Perubahan Kabupaten Gunung Mas TA 2025. Sedangkan untuk yang akan ditiwahkan ada 31 almarhum dengan 24 keluarga.
“Efisiensi anggaran saat ini memengaruhi program dan kegiatan, termasuk ritual Tiwah. Sebelumnya, Tiwah mendapatkan bantuan untuk hewan kurban dan bantuan lainnya. Namun, saat ini bantuan yang diberikan lebih terbatas,” pungkas dia.
Saran kita, ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di
- WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
- TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[*/red]









Komentar ditutup.