PENUTURNEWS.ID – Wacana penggabungan SDN 4 Tumbang Jutuh ke SDN 2 Jutuh di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, memicu kontroversi di kalangan RT, masyarakat dan anggota dewan. Ironisnya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadisdikpora) Gunung Mas, Aprianto, diduga bersikukuh mengaungkan isu tersebut agar sekolah SDN 4 T. Jutuh digabungkan ke SDN-2 hingga mendatangi sekolah tersebut.
Ketua RT-1 Jakatan Raya, Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, During S. Jiman angkat bicara, dengan tegas menolak wacana penggabungan SDN-4 Tumbang Jutuh ke SDN-2 yang terus digagas oleh Disdikpora.
“Kalau mutu pendidikan SDN-4 Jutuh ini, cukup bagus dan banyak mencetak ASN dari sekolah ini dan tidak kalah juga dengan sekolah yang lain, kalau beralasan hanya Demi Mutu Pendidikan itu hanya alasan klasik saja,” tegasnya, Sabtu (7/3/2026).
During, khawatir jika penggabungan sekolah ini akan membuat SDN-4 Tumbang Jutuh mati suri. “Kalau sekolah ini dilakukan pengabungan otomatis sekolah di SDN-4 Jutuh ini, otomatis tidak terpakai dan kalau tidak terpakai lagi artinya ditutup, maka pemilik yang menghibahkan tanah untuk sekolah itu akan mengambil kembali oleh pemilik tanah dan tidak akan diberikan ke siapapun,” katanya.
Dia menambahkan, orang tua murid dulu yang menghibahkan tanah ke SDN-4 Jutuh ini supaya mereka sekolah dekat dari rumah, dan tidak jauh. “Kenapa tiba-tiba tahun ini sekolah tersebut malah dilakukan pengabungan. Kalau digabungkan, sedangkan SDN-2 Jutuh ini dekat pasar, sehingga berdampak pada risiko anak, karena cukup jauh dari RT 1 ini,” tegas dia.
Pengabungan sekolah ini, juga tidak didukung oleh masyarakat dan orang tua murid SDN-4 Jutuh. Bahkan, mereka khawatir jika penggabungan ini akan mempengaruhi kualitas dan mutu pendidikan anak-anak mereka malah menurun.
Masyarakat dan orang tua murid SDN 4 Tumbang Jutuh, walaupun tidak ada kesimpulan dalam rapat, pihaknya sangat khawatir apabila terus dilakukan dan timbul keputusan sepihak, karena itu mereka merasa belum dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. “Kami tidak ingin anak-anak kami harus berpindah sekolah, apalagi dengan alasan yang tidak jelas,” kata salah satu orang tua murid.
Terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas, Rayaniatie Djangkan, juga mengakui bahwa kualitas pendidikan di Gunung Mas masih belum sesuai dengan harapan. “Masih banyak infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang kurang memadai, dan peserta didik yang tidak melanjutkan sekolahnya ke jenjang lebih tinggi,” ujarnya yang dikutip dari media lokal.
Saran kita, ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di;
- WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
- TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Pky/red]










Komentar ditutup.