Menu ✖

Eksekutif

Bupati Kotim Buka-bukaan, Perbaikan Jembatan Patah Tertunda karena Anggaran Dicoret

badge-check

[Foto Apr for Penuturnews.id] Perbesar

[Foto Apr for Penuturnews.id]

PENUTURNEWS.ID  – Tragedi kecelakaan yang menelan korban di Jembatan Patah, Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, akhirnya mendapat tanggapan dari Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor.
‎
‎Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya pemerintah daerah telah menganggarkan perbaikan jembatan tersebut tahun ini. Namun, rencana itu harus tertunda setelah anggaran infrastruktur, termasuk jembatan dan jalan, mengalami pencoretan dari pemerintah pusat.
‎
‎“Untuk Jembatan Patah itu sebenarnya sudah kita anggarkan. Hanya saja tahun ini dicoret oleh pusat, termasuk anggaran infrastruktur seperti jembatan dan jalan,” ujar Halikinnor, Senin (27/4/2026).
‎
‎Menurutnya, kebijakan pemangkasan anggaran dari pusat menjadi kendala serius bagi daerah dalam menangani kebutuhan mendesak, terutama terkait infrastruktur yang langsung bersentuhan dengan keselamatan masyarakat.
‎
‎Ia bahkan menegaskan telah menyampaikan hal tersebut saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat provinsi. Halikinnor meminta agar anggaran yang sudah dikurangi tidak kembali diintervensi oleh pusat.
‎
‎“Kita di daerah yang lebih tahu kebutuhan. Jangan sampai anggaran sudah dikurangi, tapi masih juga dicoret oleh pusat,” tegasnya.
‎
‎Halikinnor juga menyoroti perbedaan kebutuhan antara daerah di Pulau Jawa dan Kalimantan. Menurutnya, kondisi infrastruktur di Kalimantan masih jauh tertinggal dan membutuhkan perhatian lebih besar.
‎
‎“Di Jawa mungkin infrastruktur seperti jembatan dan jalan sudah bagus. Sementara kita, di dalam kota saja masih ada jembatan yang kondisinya kurang baik,” ungkapnya.
‎
‎Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur seperti jembatan membutuhkan biaya besar, sehingga tidak bisa dilakukan secara instan. Untuk sementara, pemerintah daerah hanya bisa melakukan pemeliharaan sambil menunggu ketersediaan anggaran yang memadai.
‎
‎“Memang perlu biaya cukup besar. Jadi sementara ini kita lakukan pemeliharaan dulu, sambil menunggu anggaran cukup untuk pembangunan baru. Karena jembatan itu memang harus dibangun baru,” pungkasnya.
‎
‎Pernyataan ini sekaligus menjadi sorotan di tengah desakan masyarakat yang menginginkan perbaikan segera, menyusul jatuhnya korban akibat kondisi Jembatan Patah yang dinilai membahayakan.

Saran Kami :

Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp:https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h

Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1

 

[Apr/red] 

 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

28 Okt 2026 - 09:15 WIB

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

Menkes Pakai Oksigen di Palangka Raya, Publik Menanti Jawaban: Mana Aksi Nyata Kemenkes untuk Korban Asap Karhutla?

26 Okt 2026 - 03:54 WIB

Menkes Pakai Oksigen di Palangka Raya, Publik Menanti Jawaban: Mana Aksi Nyata Kemenkes untuk Korban Asap Karhutla?

Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Terbakar Termasuk Masjid, Rumah Warga dan Gedung Walet Ikut Hangus

23 Okt 2026 - 07:18 WIB

Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Terbakar Termasuk Masjid, Rumah Warga dan Gedung Walet Ikut Hangus

Geger! Mayat Pria Membusuk Ditemukan di Kebun Sawit Katingan, Ada Luka di Lengan

23 Okt 2026 - 06:56 WIB

Geger! Mayat Pria Membusuk Ditemukan di Kebun Sawit Katingan, Ada Luka di Lengan

Kejar Target Desa Sehat, Camat Kahut Wano Siapkan Tim Kecamatan Turun Langsung ke Desa

23 Okt 2026 - 06:41 WIB

Kejar Target Desa Sehat, Camat Kahut Wano Siapkan Tim Kecamatan Turun Langsung ke Desa
Trending di Eksekutif