PENUTURNEWS.ID – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram mulai dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Gunung Mas. Di Kota Kuala Kurun, harga gas bersubsidi tersebut bahkan disebut telah mencapai Rp48 ribu hingga mencapai Rp55 ribu per tabung.
Harga resmi isi ulang gas LPG 3 kg (gas melon) bersubsidi di pangkalan resmi Pertamina ditetapkan berkisar antara Rp 12.750 hingga Rp 19.000 per tabung, tergantung pada wilayah dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.
Keluhan itu disampaikan seorang warga berinisial A (45), yang mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji dengan harga normal untuk kebutuhan sehari-hari.
“Di Kuala Kurun saja harganya sudah sampai Rp48 sampai Rp55 ribu per tabung. Bayangkan kalau sudah sampai ke desa, bisa mencapai Rp60 ribu bahkan lebih,” ujarnya kepada media ini, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas agar distribusi dan pengawasan gas subsidi dapat berjalan lebih maksimal.
Ia menilai, pengawasan tidak hanya difokuskan pada distribusi bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga terhadap ketersediaan gas elpiji 3 kilogram yang menjadi kebutuhan penting masyarakat sehari-hari.
“Gas ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga. Jadi pengawasannya juga harus diperhatikan,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji subsidi tersebut agar tidak semakin memberatkan masyarakat.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp:https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[dk/red]









Komentar ditutup.