PENUTURNEWS.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) berharap program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan perusahaan besar swasta (PBS) dapat lebih terarah dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Gumas, Nomi Aprilia, menilai program CSR memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah apabila pelaksanaannya disinergikan dengan program pemerintah dan difokuskan pada kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kami sangat setuju apabila penggunaan CSR lebih terarah dan sejalan dengan program pemerintah, sehingga hasilnya dapat lebih optimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Nomi, belum lama ini.
Politikus PDI Perjuangan tersebut mengatakan, setiap perusahaan memiliki tanggung jawab sosial yang harus dijalankan melalui program CSR. Dengan koordinasi yang baik, program tersebut dapat menjadi salah satu instrumen pendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Gunung Mas.
Menurutnya, potensi CSR di Gumas sangat besar mengingat banyaknya perusahaan yang beroperasi di berbagai sektor usaha, mulai dari perkebunan, pertambangan hingga kehutanan.
“Jumlah PBS di daerah ini cukup banyak. Jika program CSR dikelola dan diarahkan dengan baik, tentu kontribusinya terhadap pembangunan daerah juga akan semakin besar,” jelasnya.
Karena itu, Nomi berharap Pemerintah Daerah dapat mengambil peran sebagai koordinator dalam pelaksanaan program CSR perusahaan. Langkah tersebut dinilai penting agar program yang dijalankan tidak tumpang tindih, lebih efektif, serta benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Melalui koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan perusahaan, program CSR dapat berjalan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pembangunan Kabupaten Gunung Mas,” tandasnya.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Klk/red]









Komentar ditutup.