PENUTURNEWS.ID – Cuaca di Kabupaten Gunung Mas dalam beberapa hari terakhir terbilang cukup bersahabat. Hujan mulai jarang turun, namun bukan berarti masyarakat bisa lengah terhadap kondisi lingkungan sekitar. Justru di tengah perubahan musim seperti sekarang, kesadaran menjaga lingkungan menjadi kunci untuk mencegah berbagai bencana, mulai dari banjir hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Anggota DPRD Gunung Mas, Neni Yuliani, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara yang tidak bertanggung jawab.
“Jangan sampai kita sendiri yang menjadi penyebab lingkungan rusak. Sampah yang dibuang sembarangan bisa menyumbat saluran air dan memicu banjir, sementara pembabatan hutan yang tidak terkendali dapat merusak keseimbangan alam,” ujar Neni Yuliani.
Politisi Partai Demokrat tersebut menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Menurutnya, langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Ia mengajak warga memanfaatkan fasilitas tempat pembuangan sampah yang telah tersedia serta tidak menjadikan sungai, parit, maupun selokan sebagai lokasi pembuangan limbah rumah tangga.
“Sungai bukan tempat sampah raksasa. Kalau saluran air dipenuhi sampah, jangan heran kalau saat hujan datang air meluap dan menggenangi permukiman warga,” tegasnya.
Selain itu, Neni juga mendorong masyarakat untuk rutin melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan, termasuk selokan, drainase, dan bantaran sungai. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyumbatan aliran air sekaligus mengurangi potensi berkembangnya sarang nyamuk penyebab penyakit.
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan juga harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih peduli terhadap pentingnya menjaga alam dan mencegah terjadinya Karhutla.
“Jangan menunggu banjir datang baru sibuk membersihkan selokan. Jangan menunggu asap memenuhi udara baru sadar pentingnya menjaga hutan. Pencegahan selalu lebih murah daripada penanggulangan,” katanya.
Neni berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian alam di Kabupaten Gunung Mas. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, risiko banjir maupun Karhutla dapat diminimalkan.
“Kalau lingkungan bersih, sungai terjaga, dan hutan tetap lestari, maka yang menikmati manfaatnya bukan hanya kita hari ini, tetapi juga generasi yang akan datang,” demikian Neni.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Klk/red]







Komentar ditutup.