PENUTURNEWS.ID – Semangat menggelar Napak Tilas Tumbang Anoi 2028 mendapat lampu hijau dari DPRD Kabupaten Gunung Mas. Namun, dukungan itu disertai pesan yang tak kalah penting: jangan sampai agenda bersejarah yang digadang-gadang menjadi kebanggaan daerah justru tersandung persoalan karena persiapan yang asal jadi.
Ketua DPRD Gunung Mas Binartha menegaskan, keberhasilan sebuah agenda besar bukan ditentukan oleh megahnya seremoni, melainkan oleh kualitas persiapan yang dilakukan jauh sebelum hari pelaksanaan.
“Jangan sampai kita punya agenda besar, tetapi persiapannya setengah-setengah. Rapat-rapat persiapan harus dilakukan secara serius, melibatkan seluruh pihak terkait, sehingga saat pelaksanaan nanti tidak muncul persoalan yang justru menjadi bumerang bagi daerah,” tegas Binartha, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, waktu menuju 2028 masih cukup panjang. Justru itulah momentum terbaik bagi pemerintah daerah untuk bekerja, bukan menunda. Seluruh kebutuhan harus dipetakan sejak sekarang, mulai dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur, kesiapan akses transportasi, akomodasi tamu, jaringan komunikasi, hingga kesiapan masyarakat Desa Tumbang Anoi sebagai tuan rumah.
Binartha menilai, Napak Tilas Tumbang Anoi bukan sekadar agenda seremonial atau perayaan tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan panggung sejarah yang membawa nama besar Gunung Mas sekaligus mengangkat kembali nilai-nilai persatuan masyarakat Dayak yang lahir dari Perdamaian Tumbang Anoi, sebuah tonggak penting dalam perjalanan sejarah Kalimantan.
Karena itu, menurutnya, setiap detail harus dipersiapkan secara matang. Jangan sampai tamu datang membawa harapan, tetapi pulang membawa keluhan. Sebaliknya, mereka harus meninggalkan Gunung Mas dengan kesan bahwa daerah ini mampu menjadi tuan rumah yang profesional, berbudaya, dan membanggakan.
Ia memastikan DPRD Gunung Mas akan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Napak Tilas Tumbang Anoi 2028, selama seluruh tahapan disusun secara terencana, terukur, dan mengedepankan kualitas dibanding sekadar mengejar seremoni.
“Kualitas menjadi prioritas. Yang kita inginkan bukan hanya acara yang ramai, tetapi kegiatan yang sukses, tertata dengan baik, serta meninggalkan kesan positif bagi seluruh tamu yang hadir,” ujarnya.
Bagi DPRD, Napak Tilas Tumbang Anoi 2028 bukan sekadar mengulang sejarah. Momentum ini harus menjadi etalase budaya, wajah kehormatan daerah, sekaligus pembuktian bahwa Gunung Mas mampu menyelenggarakan agenda berskala besar dengan persiapan yang matang. Sebab sebuah sejarah besar pantas dikenang karena keberhasilannya, bukan karena kekacauan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.







Komentar ditutup.