PENUTURNEWS.ID – Perbaikan ruas jalan provinsi penghubung Kuala Kurun–Palangka Raya yang melintasi Kecamatan Sepang-Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), mulai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Kalimantan Tengah. Namun, harapan masyarakat tak hanya sebatas jalan mulus, melainkan juga jalan yang benar-benar berkualitas dan tidak cepat rusak.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas pun mengingatkan agar proyek tersebut tidak sekadar mengejar target penyelesaian, tetapi juga mengutamakan mutu pekerjaan. Sebab, masyarakat sudah terlalu sering melihat jalan diperbaiki, tetapi tak lama kemudian kembali berlubang.
Anggota DPRD Gunung Mas, Rayaniatie Djangkan, meminta Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh pihak terkait memperketat pengawasan selama proses pengerjaan berlangsung.
“Kami meminta instansi terkait benar-benar mengawasi kualitas pekerjaan ruas jalan tersebut. Jangan sampai setelah selesai dikerjakan, beberapa bulan kemudian kondisinya kembali rusak. Masyarakat tentu menginginkan jalan yang bertahan lama, bukan jalan yang hanya mulus saat diresmikan,” tegas Rayaniatie, Selasa (14/7/2026).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengungkapkan, pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran penting. Menurutnya, tidak sedikit warga mengeluhkan ruas jalan Kuala Kurun–Palangka Raya yang cepat mengalami kerusakan, padahal usia perbaikannya masih tergolong baru.
Padahal, kata dia, proyek tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah sehingga kualitas pekerjaan harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
“Dana yang digunakan adalah uang rakyat. Karena itu hasil pekerjaannya juga harus memberikan manfaat jangka panjang. Jangan sampai anggaran besar dikeluarkan, tetapi kualitas jalannya justru mengecewakan,” ujarnya.
Rayaniatie juga meminta pemerintah provinsi tidak ragu menindak kontraktor apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Menurutnya, pengawasan tidak boleh berhenti ketika proyek selesai, tetapi harus berlanjut hingga masa pemeliharaan.
Ia mengingatkan bahwa ruas jalan Kuala Kurun–Palangka Raya merupakan jalur vital yang setiap hari dilintasi kendaraan bertonase tinggi. Kondisi tersebut menuntut kualitas konstruksi yang benar-benar kuat dan sesuai standar.
“Kontraktor maupun pengawas jangan tutup mata. Jalan ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Kalau kualitasnya asal-asalan, yang rugi bukan pemerintah, tetapi masyarakat yang setiap hari melintasinya,” katanya.
Senada dengan itu, warga Karitak, Nurdin, berharap perbaikan kali ini benar-benar memberikan hasil yang berbeda. Ia menginginkan jalan yang dibangun mampu bertahan dalam jangka panjang dan tidak kembali rusak dalam waktu singkat.
Menurutnya, ruas jalan tersebut bukan hanya dimanfaatkan masyarakat Kecamatan Mihing Raya, tetapi juga menjadi akses utama bagi warga dari berbagai kecamatan bahkan kabupaten lain.
“Kami tentu senang jalan diperbaiki. Tetapi masyarakat ingin hasilnya berkualitas. Selama ini ada beberapa titik yang cepat rusak karena banyak truk bermuatan berat melintas, ditambah kualitas pekerjaan yang dinilai belum maksimal. Mudah-mudahan kali ini hasilnya benar-benar kuat dan tahan lama,” tuturnya.
Bagi masyarakat Gunung Mas, jalan bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu daerah ke daerah lain. Jalan adalah urat nadi ekonomi, jalur pendidikan, akses layanan kesehatan, hingga denyut kehidupan sehari-hari. Karena itu, warga berharap proyek kali ini tidak hanya meninggalkan bekas roda alat berat, tetapi juga meninggalkan kualitas yang mampu bertahan menghadapi beban waktu.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Klk/Red]







Komentar ditutup.