PENUTURNEWS.ID – Investasi memang penting, tetapi tidak boleh berhenti pada deretan angka atau luasnya lahan yang dikelola. Di Kabupaten Gunung Mas, keberadaan Perusahaan Besar Swasta (PBS) dinilai harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar mengambil hasil dari kekayaan daerah.
Pesan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas, Espriadi, yang mengingatkan seluruh perusahaan perkebunan maupun kehutanan agar tidak hanya fokus mengejar keuntungan. Menurutnya, sudah saatnya program Corporate Social Responsibility (CSR) benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Jangan sampai perusahaan datang, mengambil manfaat dari sumber daya daerah, tetapi masyarakat yang hidup di sekitarnya hanya menjadi penonton. Kehadiran PBS harus mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan ekonomi, dan membawa manfaat yang benar-benar dirasakan warga,” tegas Espriadi, Senin (20/7/2026).
Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Rungan, Rungan Barat, Rungan Hulu, Manuhing, dan Manuhing Raya itu menilai, dana CSR tidak boleh dipandang sebagai kewajiban administratif semata. Lebih dari itu, CSR harus menjadi investasi sosial yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Espriadi menegaskan, desa-desa yang berada di sekitar kawasan operasional perusahaan seharusnya mendapat ruang lebih besar untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi perusahaan. Salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan adalah menggandeng koperasi desa sebagai mitra usaha resmi.
“Kalau di desa ada koperasi, jangan hanya dijadikan pelengkap administrasi. Libatkan mereka sebagai mitra. Misalnya koperasi peternakan, penyedia bahan pangan, atau usaha produktif lainnya yang hasilnya bisa diserap perusahaan. Dengan begitu, uang tidak berhenti di perusahaan, tetapi ikut berputar di desa dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Espriadi, pola kemitraan seperti itu jauh lebih bernilai dibandingkan program bantuan yang sifatnya sesaat. Ketika masyarakat diberi kesempatan berusaha dan memperoleh pasar yang jelas, maka kemandirian ekonomi akan tumbuh dengan sendirinya.
Ia juga mengingatkan bahwa makna CSR tidak boleh dipersempit hanya pada pembangunan fisik, pembagian paket sembako, atau bantuan seremonial. Perusahaan didorong lebih berani menginvestasikan dana CSR untuk membangun kualitas sumber daya manusia.
Pelatihan keterampilan, pendampingan pelaku UMKM, pengembangan usaha produktif, hingga pemberian beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dinilai sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang jauh lebih berdampak dalam jangka panjang.
“CSR bukan sekadar memberi bantuan lalu selesai. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kesempatan untuk berkembang, memperoleh keterampilan, membuka usaha, dan meningkatkan pendidikan. Kalau masyarakat semakin maju dan mandiri, perusahaan juga akan menikmati iklim investasi yang aman, stabil, dan kondusif. Di situlah tercipta hubungan yang saling menguatkan,” pungkasnya.
Espriadi berharap seluruh PBS yang beroperasi di Kabupaten Gunung Mas mulai mengubah cara pandang terhadap CSR. Bukan lagi sekadar memenuhi kewajiban, melainkan menjadi mitra pembangunan yang benar-benar hadir, tumbuh, dan berkembang bersama masyarakat. Sebab, investasi yang baik bukan hanya menghasilkan keuntungan bagi perusahaan, tetapi juga meninggalkan jejak kesejahteraan bagi daerah tempat mereka beroperasi.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Klk/Red]







Komentar ditutup.