PENUTURNEWS.ID – Musim kemarau belum mencapai puncaknya, tetapi Kabupaten Gunung Mas memilih tidak menunggu api datang. Seluruh kekuatan dikerahkan. Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Satpol PP, Damkar, hingga berbagai instansi terkait turun dalam satu barisan untuk memastikan daerah ini tidak menjadi korban amukan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Komitmen itu ditunjukkan melalui Apel Gelar Pasukan dan Pengecekan Sarana Prasarana (Sarpras) Karhutla yang digelar di Halaman Kantor Bupati Gunung Mas, Jalan P. Diponegoro, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Rabu (22/7/2026) pagi.
Apel dipimpin langsung Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, Dandim 1018/GMS Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, Kajari Gunung Mas Nugroho Wisnu Pujoyono, Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kurun Dr. Galih Bawono, Sekda Gunung Mas Richard F.L., Kepala BPBD, Kepala Satpol PP, unsur BINDA, OPD, hingga insan pers.
Bukan sekadar apel seremonial, kegiatan ini menjadi penanda bahwa seluruh elemen telah berada dalam satu komando menghadapi ancaman Karhutla yang diperkirakan meningkat hingga akhir musim kemarau.
Personel gabungan dari Kodim 1018/GMS, Polres Gunung Mas, BPBD, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, Tahura Lapak Jaru, dan instansi lainnya turut mengikuti apel. Seluruh perlengkapan mulai dari kendaraan operasional, pompa air, peralatan pemadaman, hingga perlengkapan personel diperiksa satu per satu guna memastikan semuanya siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
Dalam amanatnya, Bupati Jaya S. Monong menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan langkah paling penting untuk mencegah bencana yang lebih besar.
Ia mengungkapkan, selama tujuh bulan terakhir Kabupaten Gunung Mas telah mencatat 242 titik panas (hotspot) dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 121 hektare. Angka tersebut menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan karena kondisi cuaca diperkirakan masih akan semakin kering hingga September.
“Jangan pernah menganggap Karhutla sebagai persoalan biasa. Sekali api lepas kendali, dampaknya bisa meluas, mengganggu kesehatan masyarakat, merusak lingkungan, bahkan melumpuhkan aktivitas ekonomi,” tegasnya.
Karena itu, Pemkab Gunung Mas menginstruksikan seluruh instansi memperkuat langkah-langkah pencegahan. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, patroli rutin di wilayah rawan, pemetaan daerah berisiko tinggi, pemasangan spanduk larangan membakar lahan, hingga pendirian pos komando di titik-titik strategis.
Di sisi lain, Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi memastikan jajarannya siap bergerak penuh mendukung upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla.
Menurutnya, keberhasilan mengendalikan kebakaran tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat.
“Polres Gunung Mas berkomitmen mendukung setiap langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan Karhutla. Kami mengajak seluruh masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani dengan cepat. Sinergi pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga Kabupaten Gunung Mas tetap aman dari ancaman Karhutla,” tegas AKBP Arum.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pendekatan penanggulangan Karhutla tidak hanya mengedepankan pemadaman, tetapi juga pencegahan sejak dini melalui edukasi dan penegakan hukum.
Apel yang berlangsung sekitar satu jam itu berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Namun, pesan yang dibawa jauh lebih besar daripada sekadar barisan pasukan di lapangan.
Musim kemarau memang tidak bisa dihentikan, tetapi bencana Karhutla masih bisa dicegah jika semua pihak bergerak bersama. Pemerintah Kabupaten Gunung Mas kini memilih bersiap sebelum api muncul, bukan sibuk memadamkannya setelah semuanya terlambat.
Dengan sinergi yang semakin kuat, kesiapan personel yang matang, serta dukungan masyarakat, Kabupaten Gunung Mas berharap mampu melewati musim kemarau 2026 tanpa bencana asap yang selama ini menjadi ancaman tahunan bagi Kalimantan.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]









Komentar ditutup.