PENUTURNEWS.ID – Biasanya polisi identik dengan patroli, pelayanan, dan menjaga kamtibmas. Namun kali ini, Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., justru turun ke kebun dan ikut memanen jagung bersama kelompok tani binaan Polsek Kahayan Hulu Utara (Kahut).
Bukan sekadar seremoni. Dari lahan sekitar satu hektare di Kelurahan Tumbang Miri, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kabupaten Gunung Mas, Senin (10/8/2026), sekitar satu ton jagung dalam bentuk tongkol berhasil dipanen.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolres Gunung Mas ke Polsek Kahut. Di sela-sela agenda kepolisian, AKBP Arum Sari Puspita Dewi menyempatkan diri melihat langsung aktivitas kelompok tani yang selama ini mendapat pendampingan dari Polsek Kahut.
Panen dimulai sekitar pukul 12.30 WIB. Kapolres tidak datang sendirian. Ia didampingi sejumlah pejabat utama Polres Gunung Mas, yakni Kabag SDM Kompol Marolop Purba, S.H., PS. Kabaglog AKP Daryono, S.H., Kasat Intelkam AKP R. Rachmad Abd. R., S.H., dan Kasat Samapta IPTU A. A. Gede Raka Sumartha.
Turut hadir KBO Satbinmas IPDA Sabar Hari Siswanto, PS. Kasihumas Abner, S.Sos., Kapolsek Kahut IPTU Muhammad Fajar Sidiq, S.Tr.K., M.H., personel Polsek Kahut, penyuluh pertanian lapangan, serta kelompok tani binaan.
Kalau biasanya polisi mengecek situasi dari balik seragam dan kendaraan dinas, di Tumbang Miri mereka melihat langsung bagaimana masyarakat mengolah lahan, menanam, hingga akhirnya memetik hasilnya.
Bagi Kapolres, momen seperti ini justru menjadi cara sederhana untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Bagi kami, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, melihat langsung kegiatan yang dilakukan, sekaligus membangun komunikasi dan kerja sama yang baik. Semoga hasil panen ini dapat memberikan manfaat bagi kelompok tani,” ujar AKBP Arum Sari Puspita Dewi, Selasa (11/8/2026) pagi.
Menurutnya, kepolisian tidak cukup hanya hadir ketika terjadi persoalan. Kehadiran di tengah masyarakat juga penting untuk membangun komunikasi, memperkuat hubungan, sekaligus menciptakan suasana yang kondusif.
Dalam kegiatan tersebut, Polsek Kahut menunjukkan bahwa pendampingan kepada masyarakat bisa dilakukan dengan cara yang cukup sederhana: turun ke lapangan, ngobrol dengan warga, melihat proses pertanian, dan ikut menyaksikan hasil kerja keras kelompok tani.
Penyuluh pertanian lapangan juga turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi antara polisi, penyuluh, dan kelompok tani menjadi gambaran bahwa menjaga hubungan dengan masyarakat tidak selalu harus dilakukan di ruang rapat.
Kadang, komunikasi terbaik justru terjadi di tengah kebun—sambil melihat jagung yang sudah siap dipanen.
Dari lahan sekitar satu hektare itu, kelompok tani binaan Polsek Kahut menghasilkan kurang lebih satu ton jagung tongkol. Angka tersebut memang bukan sekadar angka di atas kertas. Di baliknya ada proses menanam, merawat, menunggu, hingga akhirnya memanen.
Kunjungan kerja Kapolres Gunung Mas ke Polsek Kahut pun tidak berhenti pada pengecekan pelayanan maupun sarana prasarana. Kehadiran di tengah kelompok tani menjadi bagian lain dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat.
Sebab, menjaga kamtibmas bukan hanya soal turun ketika masalah muncul. Membangun kepercayaan juga perlu dilakukan sejak sebelum masalah datang.
Dan di Tumbang Miri, pesan itu disampaikan dengan cara yang cukup unik: polisi turun ke kebun, jagung dipanen, sementara sinergi dengan warga ikut dipupuk.
Harapannya, kegiatan semacam ini tidak berhenti pada satu kali panen. Sinergi antara Polsek Kahut, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan masyarakat diharapkan terus berjalan sehingga kehadiran kepolisian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
Karena pada akhirnya, kedekatan dengan masyarakat tidak cukup hanya dibicarakan. Harus turun, harus hadir, dan kalau perlu—ikut pegang jagung.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]










Komentar ditutup.