PENUTURNEWS.ID– Kunjungan kerja Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., ke Polsek Rungan, Selasa (11/8/2026), tidak seperti pada umumnya, kali ini bukan sekadar agenda datang, duduk, sambutan lalu pulang.
Bersama Wakapolres Gunung Mas Kompol Indras Purwoko, S.H., dan sejumlah pejabat utama Polres Gunung Mas, Kapolres memanfaatkan kunjungan tersebut untuk melihat langsung kondisi wilayah sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah kecamatan, TNI, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat.
Rombongan berangkat dari Mako Polres Gunung Mas sekitar pukul 07.00 WIB dan tiba di Polsek Rungan sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan mereka disambut Camat Rungan Estorina, Camat Rungan Hulu Jenggo, S.Pd., M.Pd., Camat Rungan Barat Elwis, S.E., Kapolsek Rungan Ipda M. Helmi Hakim, S.H., Danramil Rungan Kapten Inf. Triyono, para lurah dan kepala desa, damang, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta personel Polsek Rungan.
Suasananya pun dibuat cair. Bukan hanya mendengar sambutan, rombongan juga berdialog, membagikan bantuan sosial, mengecek kendaraan dinas serta melihat kesiapan sarana dan prasarana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, ada satu pesan Kapolres yang cukup serius dan menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut: jangan anggap remeh sungai.
Hal itu disampaikan setelah Kapolres berkoordinasi dengan camat, Danramil dan Kapolsek mengenai kondisi sungai serta potensi banjir di wilayah Rungan. Terlebih, sebelumnya terjadi musibah warga tenggelam di wilayah tersebut.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian kita bersama. Saya mengajak para kepala desa dan seluruh masyarakat untuk terus saling mengingatkan agar warga mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di sungai, karena memahami kemampuan berenang saja tidak cukup jika tidak memahami kondisi dan arus sungai,” ujar AKBP Arum Sari Puspita Dewi, Rabu (12/8/2026) pagi.
Pesannya jelas: bisa berenang bukan berarti sungai bisa ditaklukkan. Arus, kedalaman dan kondisi sungai tetap harus diperhitungkan.
Kapolres juga mengapresiasi keterbukaan masyarakat Rungan yang selama ini membangun hubungan dekat dengan personel kepolisian. Menurutnya, komunikasi yang baik antara masyarakat, Polsek, Koramil, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa merupakan modal penting dalam menjaga kamtibmas.
“Polri dan TNI memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi kami tidak mungkin hadir mengawasi setiap kondisi selama 24 jam tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, kepedulian dan komunikasi warga sangat penting. Kalau ada persoalan di lingkungan, mari kita cari solusi bersama secara bijak dan kekeluargaan,” katanya.
Tak berhenti pada persoalan keamanan, Kapolres turut menyoroti peran lingkungan sosial dalam melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak.
Ia mengingatkan bahwa kepedulian warga dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan ketika ada persoalan yang menyangkut keselamatan maupun perlindungan anak. Berdasarkan pengalaman penanganan perkara, kepedulian lingkungan dapat membantu korban memperoleh pendampingan hingga proses hukum berjalan.
Karena itu, setiap persoalan sosial diminta tidak dibiarkan membesar. Penyelesaian secara bijaksana di tingkat desa dapat ditempuh dengan melibatkan Kapolsek, Danramil, camat maupun kepala desa sesuai persoalan yang dihadapi.
Kapolres juga mengingatkan agar masyarakat tidak buru-buru menjadikan media sosial sebagai “ruang sidang”.
Menurutnya, persoalan yang sebenarnya masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan jangan sampai langsung dibawa ke media sosial hingga menjadi viral dan justru memperkeruh keadaan.
Di tengah pembahasan kamtibmas, ada pula kabar yang mungkin menarik bagi generasi muda Rungan. Kapolres menyampaikan informasi mengenai rencana pembukaan rekrutmen anggota Polri dalam waktu dekat.
Ia mendorong putra-putri daerah yang memiliki minat mengabdikan diri melalui institusi Kepolisian agar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
“Jangan berkecil hati karena merasa tidak memiliki latar belakang keluarga kepolisian. Kesempatan untuk mengabdi terbuka bagi putra dan putri yang memenuhi persyaratan. Yang terpenting adalah kemauan, kemampuan, dan semangat,” ungkapnya.
Setelah rangkaian kegiatan selesai, kunjungan ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama.
Dari kegiatan tersebut, satu hal yang ingin dibangun Polres Gunung Mas tampaknya cukup sederhana: polisi tidak harus selalu datang ketika masalah sudah terjadi. Lebih baik hadir lebih dulu, ngobrol lebih dulu, dan mencari solusi bersama sebelum persoalan menjadi besar.
Kapolres pun mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini ikut menjaga wilayah Rungan. Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat diharapkan semakin kuat demi mempertahankan suasana Rungan tetap aman, tenteram dan nyaman.
Sebab, menjaga kamtibmas bukan pekerjaan satu institusi. Kalau semua ikut peduli, polisi tidak harus bekerja sendirian.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]









Komentar ditutup.