Menu ✖

Polisi

Hari Juang Polri di Gunung Mas: Seragam Rapi, Tapi Tugas Jangan Cuma Seremonial

badge-check

Hari Juang Polri di Gunung Mas: Seragam Rapi, Tapi Tugas Jangan Cuma Seremonial Perbesar

PENUTURNEWS.ID – Jumat pagi, 21 Agustus 2026, Lapangan Tantya Sudhirajati Polres Gunung Mas tampak lebih serius dari biasanya. Barisan personel berdiri tegak, seragam lengkap, dan upacara pun dimulai tepat sekitar pukul 07.30 WIB.

Bukan sekadar apel rutin. Kali ini, Polres Gunung Mas memperingati Hari Juang Polri 2026, sebuah momentum yang mengajak seluruh personel mengingat kembali dari mana sejarah perjuangan Polri bermula—sekaligus bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana pengabdian kepada masyarakat dijalankan?

Upacara dipimpin Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A. dan dihadiri Wakapolres Kompol Indras Purwoko, S.H., para pejabat utama, serta seluruh personel Polres Gunung Mas.

Ada pembacaan sejarah juang Polri. Ada pula pembacaan Proklamasi Polri oleh inspektur upacara, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Himne Polri.

Namun, kalau hanya berhenti pada barisan rapi, hormat, dan lagu kebangsaan, tentu makna Hari Juang Polri terasa kurang lengkap.Sebab, sejarah tidak hanya untuk dikenang. Sejarah juga seharusnya menjadi kaca untuk bercermin.

Hari Juang Polri diperingati setiap 21 Agustus sebagai momentum mengenang perjuangan dan perjalanan Kepolisian Republik Indonesia. Peringatan ini mengacu pada Keputusan Kapolri Nomor KEP/95/I/2024 yang ditandatangani Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 22 Januari 2024. Sementara tata pelaksanaan upacaranya mengacu pada Keputusan Kapolri Nomor KEP/1325/VII/2024.

Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi menegaskan, peringatan tersebut harus menjadi momentum evaluasi, bukan sekadar rutinitas tahunan.

“Hari Juang Polri menjadi pengingat bagi kita untuk terus mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Nilai perjuangan harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.

Pesannya sederhana, tetapi cukup menohok: perjuangan tidak boleh berhenti di halaman sejarah. Di lapangan, masyarakat membutuhkan polisi yang bukan hanya sigap ketika terjadi persoalan, tetapi juga mampu hadir sebelum persoalan membesar. Polisi dituntut mampu mendengar, berkomunikasi, memberi rasa aman, serta memberikan pelayanan tanpa membuat masyarakat merasa sedang berhadapan dengan tembok birokrasi.

Apalagi zaman berubah. Masyarakat berubah. Persoalan yang dihadapi pun semakin beragam. Karena itu, menurut Kapolres, Polri harus terus bertransformasi dan menyesuaikan pelaksanaan tugas dengan kebutuhan masyarakat. Evaluasi dan pembenahan menjadi bagian penting agar pelayanan kepolisian tidak berjalan di tempat.

Dengan kata lain, seragam boleh sama, tetapi cara melayani masyarakat harus terus berkembang.

Hari Juang Polri juga menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian bukan semata-mata soal penegakan hukum. Ada sisi kemanusiaan yang tidak kalah penting: bagaimana seorang personel mampu hadir, berbicara dengan baik, memahami persoalan warga, dan memberikan pelayanan secara profesional serta humanis.

Wakapolres, para pejabat utama, hingga seluruh personel Polres Gunung Mas mengikuti rangkaian upacara dengan tertib. Mereka berdiri bersama dalam satu barisan, mengingat kembali sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan institusi Polri.

Dan dari lapangan upacara itu, pesan yang ingin dibawa pulang sebenarnya cukup jelas. Hari Juang bukan cuma soal mengenang mereka yang berjuang di masa lalu. Hari Juang juga soal memastikan perjuangan itu masih terasa manfaatnya bagi masyarakat hari ini.

Sebab, masyarakat mungkin tidak hafal setiap keputusan Kapolri. Tidak semua orang memahami sejarah panjang Polri. Tetapi masyarakat pasti ingat satu hal: bagaimana polisi memperlakukan mereka ketika membutuhkan pertolongan.

Itulah tantangan sebenarnya.

Melalui Hari Juang Polri 2026, Polres Gunung Mas diharapkan terus memperkuat soliditas internal, membuka komunikasi dengan masyarakat, serta menjadikan evaluasi sebagai kebiasaan—bukan sekadar slogan yang muncul setiap peringatan.

Karena pada akhirnya, sejarah boleh dibacakan dalam upacara, tetapi nilai perjuangannya harus terlihat di jalan, di kantor pelayanan, di tengah masyarakat, dan dalam setiap tugas polisi.

Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :

WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h

Ikuti Kami di TikTok :

https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1

 

[Hms/Red]

 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Polres Gunung Mas Membuka Akses Informasi Lapangan Pekerjaan, dan Kerjasama dengan Lintas Sektor

29 Okt 2026 - 07:21 WIB

Polres Gunung Mas Membuka Akses Informasi Lapangan Pekerjaan, dan Kerjasama dengan Lintas Sektor

Polres Gumas Bongkar Dua Kasus Pembakaran Lahan, Perkara Anak P21, Kasus R Masih Diusut

29 Okt 2026 - 07:09 WIB

Polres Gumas Bongkar Dua Kasus Pembakaran Lahan, Perkara Anak P21, Kasus R Masih Diusut

Nah Lo! Tujuh Sopir Positif Narkoboy, jadinya Polres Bartim Tempuh Rehabilitasi dan Ungkap Kasus Sabu

29 Okt 2026 - 03:36 WIB

Nah Lo! Tujuh Sopir Positif Narkoboy, jadinya Polres Bartim Tempuh Rehabilitasi dan Ungkap Kasus Sabu

Kaus Kaki Hitam Jadi Tempat Simpan Ekstasi! Polisi Sita 10,5 Butir dan Uang Rp1,6 Juta di Gunung Mas

29 Okt 2026 - 03:20 WIB

Kaus Kaki Hitam Jadi Tempat Simpan Ekstasi! Polisi Sita 10,5 Butir dan Uang Rp1,6 Juta di Gunung Mas

Tak Sekadar Patroli, Satlantas Polres Gunung Mas Berbagi dengan Sopir Truk Sambil Ingatkan Bahaya ODOL

29 Okt 2026 - 02:52 WIB

Tak Sekadar Patroli, Satlantas Polres Gunung Mas Berbagi dengan Sopir Truk Sambil Ingatkan Bahaya ODOL
Trending di Polisi