PENUTURNEWS.ID – Penghargaan Satya Lencana bukan sekadar tanda jasa yang berakhir menjadi pajangan di lemari. Di balik penghargaan tersebut, ada tanggung jawab untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik dan menghadirkan inovasi bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Elvi Esie, menyusul pemberian Satya Lencana kepada puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.
Elvi berharap para ASN yang menerima penghargaan tersebut tidak berhenti pada seremoni dan penyematan tanda kehormatan. Justru, penghargaan itu harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kinerja, menciptakan program baru, serta melahirkan inovasi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pesan kita kepada ASN yang akan menerima Satya Lencana, yang pasti meningkatkan kinerja, meningkatkan inovasi, terlebih bisa membuat program-program yang baik untuk masyarakat,” ujar Elvi Esie, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, tantangan birokrasi saat ini bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan rutin. ASN dituntut mampu melihat persoalan di lingkungan kerja, kemudian mengubahnya menjadi gagasan dan program yang lebih efektif.
Menurut legislator PDIP ini, jika ASN hanya bekerja dengan pola lama tanpa mencoba melakukan pembaruan, hasil yang diperoleh pun cenderung tidak jauh berbeda dari sebelumnya.
“Yang jadi masalah sekarang ini, setiap ASN ketika sudah berjalan seperti biasa-biasa saja tanpa inovasi, maka produk yang dihasilkan juga begitu-begitu saja. Tidak ada sesuatu yang bisa didapatkan dengan hasil yang lebih bagus,” tegasnya.
Elvi bahkan menyindir kebiasaan membuat inovasi dengan sekadar meniru produk daerah atau instansi lain yang sudah lebih dulu berjalan. Menurutnya, pengalaman selama bertahun-tahun sebagai ASN semestinya menjadi modal untuk menciptakan sesuatu yang lebih orisinal, bukan sekadar menunggu program orang lain muncul kemudian diubah sedikit dan dianggap sebagai inovasi.
“Dari pengalaman bertahun-tahun menjadi pegawai harus bisa berinovasi. Jangan sampai menunggu produk orang lain yang terbit, baru diubah-ubah. Itu artinya copy paste,” sentilnya.
Padahal, kata Elvi, setiap ASN sebenarnya memiliki modal yang sangat besar berupa data, pengalaman, serta pemahaman terhadap persoalan di bidang pekerjaan masing-masing. Persoalannya tinggal bagaimana semua itu dikembangkan menjadi gagasan yang menghasilkan perubahan.
“Data selama bekerja itu sudah ada banyak, tetapi kalau tidak dikembangkan artinya tidak ada perubahan,” katanya.
Karena itu, ia mendorong seluruh ASN di Kabupaten Gunung Mas mulai meninggalkan kebiasaan lama dan berani menciptakan terobosan baru.
Apalagi, Satya Lencana yang diterima bukan hanya penghargaan atas pengabdian masa lalu, tetapi juga momentum untuk membuktikan bahwa pengalaman dan ilmu yang dimiliki ASN mampu menghasilkan sesuatu yang lebih besar bagi daerah.
“Harapan kita, dengan ilmu ASN yang banyak itu, kita bisa memiliki inovasi sehingga bisa bersaing dengan daerah lain. Artinya harus berkembang, apalagi sudah menerima Satya Lencana,” demikian Elvi.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Klk/Red]







Komentar ditutup.