PENUTURNEWS.ID— MBG until the end. MBG great again. Kalimat semacam itu mungkin terdengar seperti slogan kampanye. Namun, di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pertanyaan yang muncul justru sederhana: serius?
Sebuah rekaman rapat internal daring yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mendadak viral di media sosial.
Video tersebut diunggah akun Threads yogitiong dan langsung menuai perhatian warganet. Hingga Senin (31/8/2026), unggahan itu disebut telah mendapatkan sekitar 1,5 ribu likes, 597 komentar, 408 repost, dan 1,1 ribu kali dibagikan.
Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, terlihat suasana rapat melalui Zoom Meeting yang diikuti pejabat dinas bersama sejumlah pihak sekolah.
Yang membuat video tersebut ramai bukan sekadar rapat daringnya, melainkan pernyataan Kadisdik Kalteng ketika membahas opsi meliburkan sekolah di tengah kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan.
Alih-alih menjadikan kualitas udara dan kesehatan siswa sebagai pertimbangan utama, dalam potongan rekaman tersebut muncul kekhawatiran bahwa penghentian aktivitas sekolah akan berdampak terhadap sejumlah kegiatan lain.
Salah satunya adalah operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) serta aktivitas kantin sekolah.
“Ketika sekolah diliburkan, berpengaruh juga berdampak pada Dapur MBG… kantin-kantin mati, Bu,” ujar Kadisdik dalam rekaman tersebut.
Pernyataan itu sontak menjadi bahan perbincangan.
Pasalnya, di satu sisi siswa dan guru tengah berhadapan dengan asap karhutla yang menyelimuti wilayah Palangka Raya, khususnya Kalteng. Di sisi lain, keberlangsungan dapur MBG dan kantin sekolah ikut disebut sebagai salah satu dampak apabila sekolah diliburkan.
Di sinilah warganet mulai mengernyitkan dahi.
Sebab, kalau sekolah harus tetap buka demi memastikan kantin tidak mati dan dapur MBG tetap mengepul, pertanyaannya kemudian menjadi: yang harus diselamatkan lebih dulu, paru-paru atau kantin?
Kekhawatiran lain juga disampaikan dalam rapat tersebut. Kadisdik menyebut, apabila sekolah diliburkan, anak-anak yang seharusnya berada di rumah justru dikhawatirkan berkumpul di kafe. Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan keributan ataupun persoalan sosial baru.
Sebagai jalan tengah, Dinas Pendidikan disebut berencana menerbitkan surat edaran mengenai penyesuaian jam belajar.
Jam masuk sekolah direncanakan menjadi pukul 08.00 WIB, sementara durasi pembelajaran dipangkas menjadi 30 menit untuk setiap jam pelajaran.
Dengan skema tersebut, sekolah tetap berjalan, tetapi waktu siswa berada di lingkungan sekolah dipersingkat.
Namun, potongan rekaman rapat itu terlanjur beredar luas. Respons warganet pun bermunculan dengan nada beragam, mulai dari kritik hingga sindiran.
Banyak yang menilai bahwa dalam situasi kabut asap akibat karhutla, kesehatan dan keselamatan siswa serta guru semestinya ditempatkan sebagai prioritas utama.
Bagi mereka, persoalannya bukan semata-mata soal masuk atau libur sekolah. Persoalannya adalah bagaimana negara memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan tanpa harus mempertaruhkan kesehatan mereka ketika kualitas udara sedang buruk.
Sementara itu, alasan mengenai dapur MBG dan kantin sekolah justru membuat polemik semakin panas.
Sekolah memang bukan cuma ruang kelas. Ada kantin, ada dapur MBG, ada aktivitas ekonomi. Tetapi ketika udara sedang tidak bersahabat, satu hal yang tidak boleh ikut “diliburkan” adalah logika soal keselamatan.
Hingga berita ini ditulis dan diturunkan, potongan rekaman Zoom tersebut masih beredar dan terus menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Pertanyaan yang kini ramai dilemparkan warganet pun cukup menohok:
Jika asap sudah mengepung, apakah sekolah harus tetap buka agar MBG tidak berhenti?
Atau justru sebaliknya, keselamatan anak harus menjadi menu utama sebelum bicara soal kantin dan dapur?
MBG until the end?
Warganet: Serius?
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Pky/Red]









Komentar ditutup.