PENUTURNEWS.ID – Kepedulian terhadap masyarakat di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Gunung Mas ditunjukkan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Gunung Mas.
Sebanyak 1.500 masker dibagikan PPNI Gunung Mas kepada masyarakat di tiga wilayah, yakni Kecamatan Kurun, Kecamatan Tewah, dan Tumbang Miri. Pembagian masker tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu masyarakat melindungi diri dari paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Ketua PPNI Kabupaten Gunung Mas, Rahmattambun, mengatakan pembagian masker dilakukan karena kondisi kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir semakin pekat. Menurutnya, situasi tersebut membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama, terutama untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk asap terhadap kesehatan.
“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang semakin hari semakin pekat. Karena itu, kami merasa perlu menunjukkan rasa empati dengan membagikan masker,” kata Rahmattambun, Kamis (3/9/2026).
Ia menjelaskan, ribuan masker tersebut telah disalurkan ke tiga titik wilayah yang menjadi sasaran kegiatan. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan masker tersebut, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah saat kondisi udara dipenuhi asap.
“Untuk titiknya ada tiga, yakni di Kecamatan Tewah, Kurun, dan Tumbang Miri. Total sebanyak 1.500 masker yang sudah kita bagikan,” ujarnya.
PPNI Gunung Mas berharap pembagian masker ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih terjadi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak serta menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan diri, khususnya ketika kualitas udara memburuk.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Klk/Red]









Komentar ditutup.