PENUTURNEWS.ID – Kalau kabut asap sedang rajin datang tanpa diundang, maka oksigen harus dipastikan tidak ikut-ikutan langka. Di tengah kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Bhayangkari Cabang Gunung Mas memilih turun tangan dengan cara yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat: mengirim “napas” tambahan.
Sebanyak 10 tabung oksigen lengkap dengan perlengkapannya disalurkan Bhayangkari Cabang Gunung Mas kepada Dapur Oksigen Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas, Kamis (10/9/2026).
Bantuan tersebut disalurkan sekitar pukul 11.00 WIB di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas, Jalan D.I. Panjaitan, dalam rangka Bhayangkari Peduli.
Penyaluran dipimpin langsung Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., bersama pengurus Bhayangkari Cabang Gunung Mas dan perwakilan personel Polwan Polres Gunung Mas.
Bukan sekadar menyerahkan tabung lalu selesai. Bantuan ini dipersiapkan untuk mendukung pelayanan dan penanganan kesehatan masyarakat selama kondisi kabut asap yang muncul akibat Karhutla.
Di saat asap membuat jarak pandang menurun dan udara terasa berat, kebutuhan oksigen menjadi salah satu perhatian penting. Karena itu, 10 tabung oksigen tersebut diharapkan bisa menjadi bagian dari kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menghadapi dampak musim kemarau dan Karhutla.
Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi mengatakan, kegiatan Bhayangkari Peduli merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam mendukung pelayanan kesehatan di tengah kondisi kabut asap.
“Melalui kegiatan Bhayangkari Peduli ini, kami menyalurkan 10 tabung oksigen beserta perlengkapannya untuk mendukung pelayanan kesehatan. Kami berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat Karhutla,” ujar AKBP Arum Sari Puspita Dewi.
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak berhenti pada memadamkan api. Ada persoalan lain yang ikut muncul setelah asap mengepul, salah satunya dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Dengan kata lain, api dipadamkan, asap ditangani, sementara urusan bernapas juga jangan sampai dilupakan.
Bhayangkari Cabang Gunung Mas pun mengambil bagian melalui dukungan sarana pelayanan kesehatan. Pengurus Bhayangkari bersama perwakilan Polwan terlibat langsung dalam proses penyaluran bantuan tersebut.
Bantuan 10 tabung oksigen itu kini menjadi bagian dari dukungan bagi Dapur Oksigen Dinas Kesehatan Gunung Mas. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan kesehatan masyarakat oleh pihak terkait.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan pelayanan kesehatan selama kabut asap masih menjadi persoalan di wilayah Gunung Mas.
Sebab di tengah musim Karhutla, yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya keberanian mengejar titik api, tetapi juga kepedulian untuk memastikan “napas” tetap tersedia ketika udara sedang tidak bersahabat.
Melalui Bhayangkari Peduli, Bhayangkari Cabang Gunung Mas menunjukkan bahwa menghadapi dampak Karhutla membutuhkan kerja bersama. Api boleh dilawan dengan air, tetapi dampaknya terhadap manusia juga harus dilawan dengan kepedulian.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]








Komentar ditutup.