PENUTURNEWS.ID – Bukan hanya mengamankan wilayah, polisi di Gunung Mas ikut turun ke ladang. Kali ini, Polsek Sepang menggerakkan program penanaman jagung Kuartal IV Tahun 2026 dengan menyasar tiga lokasi sekaligus. Total 10 hektare lahan disiapkan untuk ditanami jagung sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan pemerintah.
Penanaman berlangsung Jumat (11/9/2026), tersebar di Desa Sepang Kota dan Desa Sepang Simin, Kecamatan Sepang, serta Desa Tumbang Empas, Kecamatan Mihing Raya. Personel kepolisian tidak bekerja sendiri. Kelompok tani, penyuluh pertanian hingga BUMDes ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Di Desa Sepang Kota, kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Penanaman jagung dilakukan secara simbolis di lahan binaan Polri dan lahan Kelompok Tani Katur I. Luas lahan yang disiapkan mencapai 4 hektare, menggunakan benih jagung hibrida Syngenta NK7207 NAGA.
Gerakan serupa dilakukan di Desa Sepang Simin. Di lokasi ini, lahan binaan Polri seluas 2 hektare ditanami jagung hibrida BISI 18. Kapolsek Sepang Ipda Purwanto, S.H., bersama personelnya turut turun langsung dalam kegiatan tersebut.
Tak berhenti di Kecamatan Sepang, penanaman berlanjut sekitar pukul 10.00 WIB ke Desa Tumbang Empas, Kecamatan Mihing Raya. Sebanyak 4 hektare lahan binaan Polri dan lahan BUMDes ditanami jagung hibrida BISI 18.
Di lokasi tersebut, polisi kembali menggandeng penyuluh pertanian Kecamatan Mihing Raya dan anggota BUMDes Tumbang Empas. Kolaborasi lintas unsur ini menjadi bagian penting agar program ketahanan pangan tidak berhenti sebatas seremoni penanaman.
Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., melalui Kapolsek Sepang Ipda Purwanto, mengatakan keterlibatan kepolisian dalam program tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap agenda pemerintah di bidang ketahanan dan swasembada pangan.
“Penanaman jagung ini merupakan salah satu bentuk dukungan Polri terhadap program swasembada pangan. Kami berharap lahan yang dikelola bersama masyarakat dapat dimanfaatkan dengan baik dan kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antara kepolisian, kelompok tani, penyuluh pertanian serta pemerintah desa,” ujar Ipda Purwanto saat dikonfirmasi PS Kasihumas Polres Gunung Mas Ipda Abner, S.Sos., Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, peran polisi bukan sekadar hadir saat penanaman. Pendampingan dan kolaborasi dengan masyarakat menjadi bagian dari upaya mendorong lahan agar tetap produktif dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kehadiran personel Polsek Sepang di tiga lokasi juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi langsung dengan kelompok tani, penyuluh, BUMDes dan pemerintah desa. Dengan begitu, program pangan diharapkan dapat dikawal sejak penanaman hingga pengelolaan lahan.
Total 10 hektare kini menjadi bagian dari gerakan tersebut. Polisi menanam, masyarakat bergerak, sementara kelompok tani dan unsur desa ikut mengawal. Dari lahan-lahan di Sepang hingga Tumbang Empas, program swasembada pangan diharapkan tidak sekadar menghasilkan tanaman jagung, tetapi juga menghasilkan kolaborasi yang terus tumbuh di tengah masyarakat.
Bagi Polres Gunung Mas, ketahanan pangan bukan hanya soal berapa banyak benih yang ditanam, tetapi juga bagaimana lahan produktif dan kerja bersama bisa terus dijaga hingga menghasilkan.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]









Komentar ditutup.