PENUTURNEWS.ID – Malam minggu biasanya identik dengan hiburan. Namun, bagi sejumlah pengunjung tempat hiburan malam di Kuala Kurun, Sabtu (17/10/2026) malam, suasananya mendadak sedikit berbeda. Bukan karena musik berhenti, melainkan karena polisi datang membawa agenda yang tak bisa ditolak: yakni dipaksa pipis alias untuk tes urine.
Polres Gunung Mas menggelar Operasi Sarang Narkoba (OSN) dengan menyasar sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kecamatan Kurun. Operasi ini menjadi langkah kepolisian untuk melakukan pencegahan sekaligus deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika.
Lokasi pertama yang disambangi petugas sekitar pukul 22.00 WIB adalah Karaoke J Voice di Jalan Tjilik Riwut, Kelurahan Kurun. Sekitar pukul 23.00 WIB, razia berlanjut ke Red Ball Biliard dan Caffe di Jalan Letjend Soeprapto, Kelurahan Kurun.
Kedatangan petugas bukan sekadar “lihat-lihat”. Sejumlah pengunjung diperiksa dan diminta menjalani tes urine.
Hasilnya? Sepuluh orang dites, semuanya negatif methamphetamine atau metamfetamina.
Artinya, malam itu tidak ada cerita “kena sabu”. Sepuluh pengunjung yang menjalani pemeriksaan dinyatakan negatif.
Petugas juga menyisir sejumlah ruangan tertutup di lokasi hiburan malam tersebut. Lagi-lagi, hasilnya nihil. Tidak ditemukan aktivitas maupun barang yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika.
Operasi tersebut melibatkan Kabag Ops Polres Gunung Mas AKP Nurheriyanto Hidayat, S.H., M.Si., Kasatresnarkoba AKP Sutrisno, S.Sos., M.H., CPHR, Kaurbiopsnal Satresnarkoba Ipda Bonar Ari Sihombing, S.H., Kasihumas Ipda Abner, S.Sos., personel Polres Gunung Mas, anggota TNI Kodim 1018/GMS, serta personel Satpol PP Kabupaten Gunung Mas.
Kasatresnarkoba Polres Gunung Mas AKP Sutrisno, mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., menegaskan bahwa OSN bukan sekadar operasi mencari pelaku.
“Operasi Sarang Narkoba ini merupakan langkah pencegahan dan deteksi dini untuk menekan potensi penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Kami mengajak masyarakat dan pengelola tempat hiburan untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan bebas narkoba,” jelas Sutrisno saat dikonfirmasi PS Kasihumas Ipda Abner, S.Sos., Minggu (18/10/2026) pagi.
Menurutnya, tempat hiburan malam tetap menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Karena itu, pemeriksaan dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus memberikan pesan bahwa tempat hiburan bukan wilayah bebas pengawasan.
Polisi juga mengingatkan pengelola dan masyarakat agar tidak memberi ruang bagi peredaran narkotika. Bila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun transaksi narkoba, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada kepolisian.
Pesannya sederhana: datang ke tempat hiburan boleh, tetapi jangan sampai hiburan berubah menjadi urusan hukum.
Operasi ini juga menunjukkan sinergi Polri, TNI, dan Satpol PP dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Gunung Mas.
Bagi sepuluh pengunjung yang dites urine malam itu, hasilnya mungkin cuma satu kata: negatif.
Namun bagi polisi, operasi tersebut mengirim pesan yang jauh lebih panjang:
Narkoba jangan dicari, jangan dipakai, apalagi diedarkan. Sebelum barang haram itu masuk, polisi memilih datang lebih dulu.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp:https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]










Komentar ditutup.