PENUTURNEWS.ID – Tidak sembarang personel bisa memegang senjata api dinas. Selain harus memenuhi persyaratan psikologi dan kemampuan menembak, kondisi kesehatan fisik serta kejiwaan juga menjadi faktor penting yang harus dipastikan.
Karena itu, sebanyak 14 personel Polres Gunung Mas menjalani pemeriksaan kesehatan fisik, tes narkoba, dan pemeriksaan kesehatan jiwa sebagai bagian dari seleksi calon pengguna senjata api dinas Tahun 2026. Pemeriksaan berlangsung di Klinik Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Gunung Mas, Kamis (29/10/2026), mulai pukul 08.00 WIB.
Pemeriksaan dilaksanakan PS Kasidokkes Polres Gunung Mas Bripka Yana Maria, AMK, bersama personel Sidokkes dan dokter mitra, dr. Theresia Singah.
Rangkaian pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan setiap personel yang mengajukan diri sebagai calon pengguna senjata api memiliki kondisi kesehatan yang memenuhi persyaratan. Sebab, kewenangan menggunakan senjata api menuntut kesiapan fisik, kestabilan mental, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang tinggi.
Sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan, ke-14 personel tersebut telah dinyatakan lulus tahapan psikologi, tes menembak, dan penelitian personel (Litpers) oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kalimantan Tengah.
Dalam pemeriksaan tahap awal, peserta menjalani pemeriksaan fisik, respons gerak tubuh, ketajaman penglihatan atau visus, serta skrining kesehatan. Mereka juga menjalani tes narkoba untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan zat terlarang.
Hasilnya, seluruh 14 personel yang mengikuti tes narkoba dinyatakan negatif. Namun, hasil tersebut belum menjadi penentu akhir kelayakan sebagai pemegang senjata api karena masih ada tahapan pemeriksaan kesehatan jiwa yang harus dievaluasi.
Pada sesi berikutnya, seluruh peserta mengikuti pengisian instrumen Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) secara daring. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari evaluasi kondisi kesehatan jiwa calon pengguna senjata api dinas.
Hasil MMPI dan penilaian kesehatan jiwa selanjutnya menunggu evaluasi Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalimantan Tengah. Dengan demikian, hasil akhir kelayakan kesehatan ke-14 personel tersebut belum ditetapkan.
Kepala Bagian Logistik (Kabaglog) Polres Gunung Mas AKP Daryono, S.H., yang mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan tahapan penting sebelum personel diberikan kewenangan menggunakan senjata api dinas.
“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya memastikan setiap personel yang akan menggunakan senjata api dinas memiliki kondisi kesehatan fisik dan jiwa yang memenuhi persyaratan. Hal ini penting karena penggunaan senjata api membutuhkan kesiapan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang tinggi,” ujarnya usai kegiatan.
Melalui pemeriksaan berlapis tersebut, Polres Gunung Mas ingin memastikan bahwa penggunaan senjata api dinas tidak hanya didasarkan pada kemampuan teknis, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan fisik dan kondisi kejiwaan personel.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan internal agar kewenangan penggunaan senjata api benar-benar diberikan kepada personel yang memenuhi seluruh persyaratan, sehingga dapat digunakan secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Hms/Red]










Komentar ditutup.