PENUTURNEWS.ID – Api kembali menguji kesigapan tim gabungan di Kabupaten Gunung Mas. Tak ingin bara semakin meluas, personel Kodim 1018/Gunung Mas (GMS) bersama Polres Gunung Mas, BPBD dan Masyarakat Peduli Api (MPA) turun langsung berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kamis (24/9/2026).
Kali ini, titik penanganan berada di Desa Teluk Nyatu, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun. Sebanyak 25 personel dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan guna mencegah bara kembali menyala.
Kekuatan tersebut terdiri dari 3 personel Kodim 1018/GMS, 2 personel Polres Gunung Mas, 10 personel BPBD dan 10 personel MPA.
Begitu informasi titik api diterima, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Medan yang tidak mudah dilalui serta ancaman munculnya kembali bara menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan langkah mereka. Pemadaman dilakukan untuk menekan kobaran, dilanjutkan dengan penyisiran dan pendinginan pada area yang telah terbakar.
Langkah pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla. Pasalnya, bara yang masih tersisa di dalam lahan berpotensi kembali memunculkan api apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
Dandim 1018/Gunung Mas Letkol Arm Danang Wahyu Utomo, S.Sos., menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja.
Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, BPBD dan masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas.
“Kami bersama Polri, BPBD dan masyarakat akan terus bersinergi dalam menangani Karhutla. Personel di lapangan tidak mengenal lelah untuk melakukan pemadaman dan memastikan api dapat dikendalikan sehingga tidak meluas,” ujar Danang.
Ia menambahkan, personel tidak hanya berfokus pada api yang terlihat. Setelah pemadaman, tim tetap melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi menjadi titik api baru.
Artinya, perang melawan Karhutla bukan berhenti ketika kobaran padam. Bara yang tersisa tetap menjadi ancaman.
Dengan Begitu, Masyarakat Diminta Jangan Bakar Lahan
Dandim juga mengingatkan masyarakat Gunung Mas agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya Karhutla.
Menurutnya, pencegahan jauh lebih penting karena kebakaran yang sudah meluas membutuhkan waktu, personel dan sumber daya lebih besar untuk dikendalikan.
“Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Apabila menemukan adanya titik api atau indikasi Karhutla, segera laporkan kepada aparat maupun instansi terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.
Sinergi TNI, Polri, BPBD dan MPA di Teluk Nyatu menjadi gambaran bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama. Api boleh padam, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut padam.
Pasalnya, satu titik api yang dibiarkan dapat berkembang menjadi ancaman lebih besar bagi lingkungan, kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Kini, tugas bukan hanya memadamkan api, tetapi memastikan Gunung Mas tidak kembali dikepung asap.
Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :
WhatsApp:https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok :
https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[Pendim/Red]










Komentar ditutup.