Menu ✖

Business

Dari Anak Rantau, Mimpi Sejak SD Menjelma Jadi Dua Buku dan Puluhan Ribu Pembaca

badge-check

Dari Anak Rantau, Mimpi Sejak SD Menjelma Jadi Dua Buku dan Puluhan Ribu Pembaca Perbesar

PENUTURNEWS.ID – Tidak semua mimpi masa kecil mati ketika seseorang beranjak dewasa. Sebagian justru tumbuh diam-diam, menunggu keberanian untuk diwujudkan. Bagi Nikmat Harahap, keberanian itu datang ketika ia memilih meninggalkan kampung halaman dan menapaki kerasnya kehidupan di tanah rantau.

 

Pemuda asal dari Medan, Sumatera Utara, ia membawa satu mimpi sederhana yang telah tumbuh sejak duduk di kelas V sekolah dasar: menjadi penulis.

 

Jakarta Pusat kemudian menjadi tempat Nikmat menguji mimpi tersebut. Jauh dari keluarga, menghadapi tuntutan hidup dan harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia tetap menyempatkan diri menulis dan berkarya.

 

Kini, perjuangan itu mulai menunjukkan hasil. Nikmat telah menerbitkan dua buku, Dunia Emang Sejahat Ini yang terbit 20 Maret 2025 dan Doa Ibu yang Udah Tiada yang terbit 28 April 2026.

 

Karya-karyanya disebut telah dibaca lebih dari 50 ribu orang, sementara penjualan bukunya mencapai sekitar 100 eksemplar setiap bulan. Bagi Nikmat, angka tersebut bukan sekadar statistik. Di baliknya ada perjalanan panjang seorang anak muda yang memilih bertahan dengan mimpi, meski harus mengejarnya jauh dari rumah.

Mimpi yang Tumbuh Sejak Kelas V SD

Kecintaan Nikmat terhadap dunia tulis-menulis bukan muncul tiba-tiba setelah tinggal di Jakarta. Benihnya sudah tumbuh sejak ia duduk di bangku kelas V SD. Sejak saat itu, tulisan menjadi sesuatu yang terus menarik perhatiannya. Kegemaran yang awalnya sederhana perlahan berkembang menjadi cita-cita yang ingin diwujudkan.

 

Nikmat merupakan alumni Al-Mukhtaryah Sungai Dua, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, yang menyelesaikan pendidikan pada 23 Juni 2023. Setelah merantau, ia mulai serius membangun jalan menuju cita-cita tersebut. Apa yang dahulu hanya menjadi kegemaran, perlahan berubah menjadi karya yang bisa dinikmati orang lain.

 

Dua Buku, Dua Potongan Perjalanan Hidup

Buku pertama Nikmat, Dunia Emang Sejahat Ini, menjadi langkah awalnya memperkenalkan karya kepada pembaca. Buku tersebut terbit pada 20 Maret 2025. Setahun lebih kemudian, ia kembali melahirkan karya kedua, Doa Ibu yang Udah Tiada, yang diterbitkan pada 28 April 2026.

 

Di dunia kepenulisan, ia menggunakan nama Nikmat HRP. Tema yang diangkat dalam karya-karyanya tidak jauh dari kehidupan manusia: pengalaman, pergulatan hidup, keluarga, kehilangan hingga sisi emosional yang sering kali begitu dekat dengan kehidupan pembaca.

 

Ada cerita tentang kehidupan. Ada luka. Ada kehilangan. Ada pula harapan. Dan semua itu dituangkan melalui tulisan.

 

Ketika Tulisan Bertemu Dunia Digital

Nikmat tidak hanya mengandalkan halaman buku untuk memperkenalkan karyanya. Ia membawa tulisan-tulisannya ke dunia digital dan aktif sebagai konten kreator. Perlahan, media sosial menjadi ruang lain untuk membangun hubungan dengan pembaca.

 

“Akun TikTok @nikmathrp_ kini memiliki sekitar 65 ribu pengikut. Instagram @nykamathrp_ sekitar 20 ribu pengikut, Facebook @nikmat_official mencapai sekitar 109 ribu pengikut, sedangkan YouTube @nykmat_official memiliki sekitar 12 ribu subscriber,” katanya, Jumat (25/9/2026).

 

Menurut Nikmat, dari buku ke media sosial, dari tulisan ke konten, Nikmat terus mencari cara agar karyanya bisa menjangkau lebih banyak orang. Targetnya pun tidak berhenti di Indonesia. Ia berharap karya-karyanya suatu hari bisa dikenal hingga mancanegara.

 

Namun, ada satu ambisi yang jauh lebih personal. Ia ingin namanya tetap hidup melalui buku-buku yang pernah ditulisnya. Bukan sekadar terkenal sesaat, tetapi meninggalkan sesuatu yang bisa dibaca bahkan ketika dirinya sudah tidak lagi berada di sana.

 

Merantau untuk Mimpi, Bukan Sekadar Mencari Penghidupan

Bagi Nikmat, merantau bukan hanya tentang meninggalkan kampung halaman. Tanah rantau menjadi tempat untuk membuktikan apakah mimpi yang dibawa sejak kecil benar-benar bisa diwujudkan. Tentu jalannya tidak selalu mudah.

 

“Jauh dari keluarga, menghadapi berbagai persoalan hidup dan kebutuhan sehari-hari menjadi bagian dari perjuangan. Tetapi, kondisi tersebut justru menjadi pemacu,” ujarnya.

 

Ia terus bekerja, mencari rezeki, sekaligus menyisihkan waktu untuk menulis. Di tengah kesibukan dan keterbatasan, dua buku akhirnya lahir. Bagi Nikmat, keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua.

 

Ada satu hal yang ingin ia buktikan melalui semua perjuangan itu: bahwa anak yang dulu hanya gemar menulis sejak bangku SD, ternyata bisa membawa mimpinya sejauh ini.

Membawa Nama Orang Tua dalam Setiap Langkah

Menjadi penulis bagi Nikmat bukan sekadar hobi. Di balik setiap tulisan, ada keinginan untuk membanggakan kedua orang tuanya. Ia ingin apa yang dikerjakannya bukan hanya menghasilkan penghasilan, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain.

 

Karena itu, ketika rezeki mulai datang, keluarga tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Menurut Nikmat, berapa pun rezeki yang diperoleh, keluarga tidak boleh dilupakan.

 

“Berbagi dengan keluarga menjadi bentuk kasih sayang sekaligus rasa syukur atas apa yang telah diperoleh,” tulisnya.

Pesan Nikmat untuk Anak Muda di Tanah Rantau

Kepada anak-anak muda yang sedang merantau, Nikmat punya pesan sederhana: jangan takut bermimpi besar. Selagi masih muda, menurutnya, jangan takut mencoba hal-hal baru yang positif. Bekerja keras, terus belajar, berani mencoba dan jangan pernah meninggalkan doa serta restu orang tua.

“Sebab, tidak ada yang tahu dari mana rezeki dan kesempatan akan datang. Yang penting, setiap langkah harus membawa kemajuan, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar. Dan ketika rezeki mulai datang, keluarga jangan pernah ditinggalkan,” pesannya.

Sebab, bagi Nikmat, keberhasilan bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang pergi meninggalkan kampung halaman. Keberhasilan juga tentang seberapa jauh ia mampu membawa nama orang-orang yang selalu mendoakannya.

 

Dari Kampung Halaman, Menembus Puluhan Ribu Pembaca

Perjalanan Nikmat masih panjang. Dari seorang anak yang mulai mencintai tulisan sejak kelas V SD, kemudian meninggalkan kampung halaman, hingga akhirnya menerbitkan dua buku dan membangun komunitas pembaca melalui media sosial. Lebih dari 50 ribu pembaca disebut telah bersentuhan dengan karya-karyanya.

 

Namun, dua buku tersebut bukan garis akhir. Justru dari tanah rantau, perjalanan itu baru menemukan bentuknya. Nikmat sedang menulis jalannya sendiri—dengan kata-kata, kerja keras, doa orang tua, dan keberanian untuk terus bermimpi.

 

Sebab pada akhirnya, seseorang mungkin tidak bisa memilih dari mana ia memulai. Tetapi ia bisa memilih jejak seperti apa yang ingin ditinggalkan. Dan bagi Nikmat Harahap, jejak itu ingin ia tinggalkan dalam bentuk tulisan.

Mau tau perkembang kabar setiap hari, saran kami ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di :

WhatsApp:https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h

Ikuti Kami di TikTok :

https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1

 

[Nikmat HRP/Red]

 

 

 

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

28 Okt 2026 - 09:15 WIB

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

Menkes Pakai Oksigen di Palangka Raya, Publik Menanti Jawaban: Mana Aksi Nyata Kemenkes untuk Korban Asap Karhutla?

26 Okt 2026 - 03:54 WIB

Menkes Pakai Oksigen di Palangka Raya, Publik Menanti Jawaban: Mana Aksi Nyata Kemenkes untuk Korban Asap Karhutla?

Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Terbakar Termasuk Masjid, Rumah Warga dan Gedung Walet Ikut Hangus

23 Okt 2026 - 07:18 WIB

Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Terbakar Termasuk Masjid, Rumah Warga dan Gedung Walet Ikut Hangus

Geger! Mayat Pria Membusuk Ditemukan di Kebun Sawit Katingan, Ada Luka di Lengan

23 Okt 2026 - 06:56 WIB

Geger! Mayat Pria Membusuk Ditemukan di Kebun Sawit Katingan, Ada Luka di Lengan

Kejar Target Desa Sehat, Camat Kahut Wano Siapkan Tim Kecamatan Turun Langsung ke Desa

23 Okt 2026 - 06:41 WIB

Kejar Target Desa Sehat, Camat Kahut Wano Siapkan Tim Kecamatan Turun Langsung ke Desa
Trending di Eksekutif