Direktur UPT-RSUD Kuala Kurun dr Rusni D Mahar saat dikomfirmasi media di ruang kerjannya, pada Rabu (16/04/2025).
KUALA KURUN, Penuturnews.id – Sistem pengaturan pelayanan di rumah sakit sangat berbeda dengan pengaturan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal itulah yang dialami, UPT-RSUD Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dalam pengunaan Sistem Informasi Kepegawaian Nasional (Simpegnas).
Mengingat, dalam kinerja dari PPPK, Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai-nyapun berlaku disana ada jadwal, bagi para petugas medis dan mereka juga tidak kenal hari libur, ataupun hari-hari besar keangamaan.
“Kalau berbicara kendala itu memang ada di kita RSUD Kuala Kurun ini sebabnya, ada perbebedaan dari OPD lainnya, mengingat di RSUD ini ada jadwal sore, dan malam, dan hari libur, tetapi di aplikasi Simpegnas tidak ada pembagian untuk sore malamnya,” kata Direktur UPT-RSUD Kuala Kurun dr Rusni D Mahar, Rabu (16/04).
Sedangkan untuk jadwal biasa, ujarnya, seperti jadwal pagi dan sore itu sudah bisa saja dilakukan, akan tetapi bagi pegawai yang menjadi petugas medis ini, ada yang berkerja di sore dan malam hari itu akan menjadi kesulitan pembagian waktu mereka.
Baca Lagi :
Kenal Pamit Kapolres, PWI Gunung Mas : Ucapkan Selamat Bertugas Ditempat Baru
Kapolres Baru Gunung Mas Disambut Dengan Hangat dari Kapolres Lama
Diduga Gadis Pulen Asal Mura, Live Barbar di Tik Tok Viral
Memang sambungnya, kalau untuk sistem Simpegnas diakuinya sangat bagus, dan sangat mengurangi ketidak disiplinya para pegawai di RSUD Kuala Kurun, akan tetapi kendalanya saat ini yang dialami, yakni ada dua kalau dicermati.
“Ya seperti di hari libur atau hari Sabtu itu, didalam perintah diaplikasi Simpegnas itu kita dapati yaitu tanpa keterangan (TK), dan kalau hari Minggu kita bahkan tidak bisa sama sekali masuk sistem, itulah yang kami alami sangat terkendala,” akui Rusni.
Menurut dia, bagi para petugas medis yang mendapati jadwal kerja di hari Sabtu dan Minggu ini akan mengalami kesulitan ketika membuka atau mengakses Simpegnas, sehingga mereka khawatir tidak mendapatkan mendapatkan tunjangan kinerja mereka.
“Nah itulah kendala yang dialami saat ini, dan di hari Sabtu Minggu itu para petugas kita tetap bekerja, apalagi di UGD harus karena di bidang pelayanan ke masyarakat,” tandas dia. [red]








Komentar ditutup.