KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Gumas) Gunung Mas (Gumas) menyarankan pihak terkait seperti Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, agar menjalankan cara penanganan kebakaran hutan dan lahan yakni, poin pertama dengan kerjasama, koordinasi, pencegahan, penangulangan cepat dan keselamatan personil.
“Yang pelu dilakukan oleh BPBD yakni harus kerja sama dan koordinasi semua pihak, baik pemerintah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat harus saling bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik. Komunikasi yang efektif adalah kunci dalam mengatasi Karhutla,” kata Pj Bupati Gumas Herson B aden, belum lama ini.
Selain itu, ujarnya yakni dengan tindakan pencegahan harus menjadi prioritas utama. Lakukan, dengan patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, dan pengawasan terhadap titik-titik rawan kebakaran.
Disamping itu, penanggulangan cepat jika terjadi kebakaran, lakukan penanggulangan dengan cepat dan tepat. Pastikan, lalu ujar Herson, semua peralatan dan personel siap digunakan kapan saja.
“Juga utamakan keselamatan personel di lapangan. Maka ikuti prosedur dan protokol yang telah ditetapkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Menurut dia, berdasarkan prakiraan BMKG Kabupaten Gumas memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2024 ini. Diakuinya, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian bersama berdasarkan data jumlah hotspot atau titik panas capai ratusan lebih.
“Dalam tujuh bulan terakhir menunjukkan jumlah hingga 136 titik panas dengan luas terbakar 68 Hektare, maka harus bisa menjadi sarana untuk mengevaluasi kesiapan alat, perangkat dan personil untuk menghadapi dan mengantisipasi potensi Karhutla,” demikian dia. [red]









Komentar ditutup.