KUALA KURUN, Penuturnews.id – Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) menetapakan target pendapatan asli daerah (PAD) untuk tahun 2025 ini, mencapai ratusan miliar lebih. Untuk itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Gumas terus berusaha dan merealisasikan hal tersebut.
Kepala Bapenda Gumas Edison menjelaskan untuk target PAD tahun 2025 ini, sekitar ratusan miliar lebih, sehingga dalam merealisasi hal tersebut pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam memenuhi target tersebut.
“Kalau target PAD kita tahun 2025 ini mencapai Rp.100, 11 miliar lebih, dan di dalam tiga bulan terakhir ini mulai dari bulan Januari, Februari dan Maret kita telah meralisasikan sekitar Rp. 19 miliar lebih dengan persentase 17, 79 persen,” kata Edison, saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Selasa (29/04/2024).
Sedangkan, sambung Edison menjelaskan, untuk pajak daerah ditargerkanRp. 82 miliar lebih, kemudian sampai saat ini untuk realisasinya, mencapai puluhan miliar lebih. Yang mana, ini merupakan tugas dan tanggungjawab dari badan tersebut dalam mengali pajak daerah.
“Kalau jumlah pajak yang sudah terkumpul itu, sekitar Rp. 10 miliar lebih, sedangkan kalau persentase 12,25 mencapai persen dari Rp.82 miliar tersebut, yang dilakukan dari bulan Januari sampai Maret ini,” kata dia.
Jadi, dalam target ini sambung Edison menambahkan, untuk target pajak terbesar yakni dari pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), mencapai Rp.39 miliar lebih, dan teralisasi sekitar Rp. 126 juta.
“Memang kami menyadari, target yang telah kami tentukan tahun ini masih belum tercapai di triwulan pertama, namun kami berharap target ini bisa tercapai. Karena beberapa pihak PBS sedang mengurus perizinan terkait HGU mereka, dan itu juga erat kaitannya dengan kewajiban bayar pajak BPHTB kepada Pemkab Gumas,” tandas Edison.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1
[red]









Komentar ditutup.