PALANGKA RAYA, Penuturnews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Nurmaliza, seorang wanita berusia 29 tahun, yang jasadnya ditemukan di pinggir Jalan Trans Kalimantan, Desa Garung, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.
Di Polda Kalteng, pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng, Kombes Pol Nuredy Irwansyah di Aula Ditreskrimum Polda Kalteng, Jumat (16/5/2025) Siang.
Tim gabungan, dari Polda Kalteng dan penyidik Polres Pulpis telah melakukan penyelidikan, dan pengungkapan satu kasus pidana pembunuhan.
Hal ini diawali dengan ditemukannya sesosok mayat perempuan, di pinggir Jalan Trans Kalimantan, Kabupaten Pulang Pisau, (12/5/2025) sekitar pukul 06.30 WIB.
Jenazah korban, kemudian dibawa untuk dilakukan otopsi oleh tim forensik. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa korban adalah Nurmaliza, dan diketahui bahwa ia sedang mengandung janin berusia sekitar empat bulan dengan jenis kelamin laki-laki.
Kombes Pol Nuredy menjelaskan, hasil otopsi Tim Forensik memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat kekerasan. Korban meninggal dunia karena di cekik dan di bekap.
Hasil penyelidikan, yang dilakukan secara intensif kemudian mengarah pada seorang pria bernama AJ (24) yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan korban. Pelaku diamankan di Jogjakarta pada, Selasa (13/5/2025) kemarin, yang bekerja sama dengan Polda DIY.

“Pembunuhan terjadi pada malam tanggal 10 Mei 2025 di kamar kos yang mereka tempati bersama. Saat itu, antara korban dan pelaku terjadi cekcok karena persoalan kecemburuan, yang kemudian berujung pada pemukulan, pencekikan, dan pembekapan hingga korban meninggal dunia,” jelas Nuredy.
Dia menjelaskan, akibat adanya dugaan kecemburuan oleh korban kala itu serta dikiranya “begituan” kekasihnya AJ maksudnya selingkuh, sehingga pelaku mengambil langkah singkat yakni dilakukan pemukulan diduga mengenai muka Nurmaliza.
Disitulah, pelaku memastikan korban telah meninggal, lalu pelaku membawa jenazah dan membuangnya di pinggir Jalan Trans Kalimantan. Lalu, keesokan harinya jasad tersebut ditemukan oleh warga.
“Kematian korban disebabkan karena motif kecemburuan, dan keduanya sering cek-cok dan korban cemburu terhadap pelaku,” ujarnya.
Dalam keterangan berbeda, dr. Ricka Brillianty ahli Forensik menjelaskan pihaknya telah memastikan proses identifikasi dan mengungkap penyebab kematian korban.
“Kami langsung melakukan pemeriksaan luar dan dalam termasuk proses otopsi, Pada saat pemeriksaan awal, jenazah belum diketahui identitasnya, namun dipastikan merupakan seorang perempuan dengan tinggi badan 159 cm,” ungkapnya.
Dari hasil otopsi, dr. Ricka menemukan adanya luka akibat benda tumpul di bagian wajah korban. Luka tersebut menyebabkan pembengkakan dan menutupi bagian hidung serta mulut, yang mengakibatkan korban tidak dapat menghirup oksigen.
Selain itu, ditemukan pula bekas tekanan benda tumpul di bagian kepala, yang memperkuat dugaan bahwa korban tewas akibat kekerasan.
Namun, temuan paling mengejutkan datang dari bagian perut korban. Tim forensik, menemukan bahwa rahim korban mengalami pembesaran. Setelah dilakukan pengirisan, ditemukan adanya janin berusia sekitar 4 bulan 2 minggu dengan panjang tubuh sekitar 22 cm.
“Janin tersebut sudah terbentuk lengkap, wajahnya pun sudah terbentuk dengan jelas,” pungkas dr. Ricka.
Oleh sebab itu, ditegaskan Dirreskrimum KBP Nuredy, hasil pemeriksaan ini memberikan petunjuk penting dalam proses penyelidikan, terutama karena korban diketahui dalam kondisi mengandung saat dibunuh.
Mirisnya, kematian misterius korban tidak hanya menghilangkan satu nyawa, tetapi juga janin yang sedang dikandungnya. Fakta bahwa korban sedang hamil menambah beratnya perkara pidana yang dihadapi pelaku.
“Kami pun memastikan bahwa proses hukum akan ditegakkan secara maksimal. Fakta ini memperberat unsur pidana dalam kasus pembunuhan tersebut. Barang bukti yang diamankan mobil Avanza, pakaian korban dan anting berbahan dasar logam,” demikian Nuredy.
Akibat ulah dari, pelaku AJ ini sejumlah dari netizen sampai geleng-geleng kepala dan ada juga yang garuk kepala artinya [binggung dan gak habis pikir]. Pasalnya, ia begitu tega menghabisi nyawa pacarnya yang lagi hamil sehingga nyawa yang dibunuhnya bukan hanya satu melainkan dua orang.
Saran Kami :
Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h
Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1









Komentar ditutup.