Menu ✖

Internasional

Kesepakatan Dagang, Benarkah !! AS Akan Rampungkan Sebelum September

badge-check

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent. [Foto: X ] Perbesar

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent. [Foto: X ]

JAKARTA, Penuturnews.id — Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan Washington berpeluang menyelesaikan sejumlah kesepakatan tarif penting. Kesepakatan itu ditargetkan tercapai dengan lebih dari selusin mitra dagang pada awal September, dilansir dari CNA.

Ia optimistis agenda perdagangan AS dapat dituntaskan sepenuhnya sebelum Hari Buruh, yang jatuh pada 1 September. Pernyataan tersebut disampaikan Bessent dalam wawancara bersama Fox Business, Jumat (27/6/2025).

Wawancara itu berlangsung menjelang tenggat waktu 9 Juli, saat tarif baru yang lebih tinggi dijadwalkan mulai diberlakukan terhadap puluhan negara. Negara-negara mitra dagang pun kini bergegas untuk menyelesaikan perundingan dengan AS.

Upaya ini dilakukan demi menghindari lonjakan tarif yang dirancang sebagai bagian dari kebijakan dagang agresif pemerintahan Presiden Donald Trump. Bessent menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah memfokuskan pembicaraan dengan 18 mitra dagang utama.

“Jika kita bisa menandatangani 10 atau 12 dari 18 mitra penting itu, lalu menyusul 20 hubungan dagang penting lainnya, maka saya kira kita bisa merampungkan urusan perdagangan sebelum Hari Buruh,” ujar Bessent.

Bessent menambahkan bahwa masih ada sekitar 20 hubungan dagang penting lainnya yang akan diupayakan untuk diselesaikan. Jika sebagian besar kesepakatan tersebut berhasil dicapai, ia yakin seluruh agenda perdagangan bisa rampung tepat waktu.

Sehari sebelumnya, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan 10 kesepakatan teratas dan mengkategorikannya dengan tepat. Negara-negara lainnya akan menyusul setelah itu.

Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa tenggat waktu 9 Juli tersebut “bukan hal yang krusial.” Tenggat itu dapat diperpanjang jika Presiden Trump memutuskan demikian.

Pada bulan April lalu, Presiden Trump memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap sebagian besar mitra dagang AS. Ia juga mengumumkan tarif lebih tinggi terhadap puluhan negara lainnya.

 

Namun, implementasi tarif-tarif tersebut sempat dihentikan sementara guna membuka ruang negosiasi, dan masa jeda ini akan berakhir pada 9 Juli. Washington terus menekan percepatan negosiasi dan menegaskan negara-negara yang belum menjalin kesepakatan bisa terkena dampak langsung dari pemberlakuan tarif baru.

[RRI.co.id/red] 

 

Saran Kami :

Ikuti juga saluran kami Penuturnews.id di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb2eyrrL2AU50qx4Oe3h

Ikuti Kami di TikTok : https://www.tiktok.com/@penuturnews.id?_t=ZS-8vbKXyGjUsT&_r=1

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

28 Okt 2026 - 09:15 WIB

Jaya S. Monong : Jabatan Kades Bukan Kekuasaan, tetapi Amanah Melayani Rakyat

Menkes Pakai Oksigen di Palangka Raya, Publik Menanti Jawaban: Mana Aksi Nyata Kemenkes untuk Korban Asap Karhutla?

26 Okt 2026 - 03:54 WIB

Menkes Pakai Oksigen di Palangka Raya, Publik Menanti Jawaban: Mana Aksi Nyata Kemenkes untuk Korban Asap Karhutla?

Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Terbakar Termasuk Masjid, Rumah Warga dan Gedung Walet Ikut Hangus

23 Okt 2026 - 07:18 WIB

Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Terbakar Termasuk Masjid, Rumah Warga dan Gedung Walet Ikut Hangus

Geger! Mayat Pria Membusuk Ditemukan di Kebun Sawit Katingan, Ada Luka di Lengan

23 Okt 2026 - 06:56 WIB

Geger! Mayat Pria Membusuk Ditemukan di Kebun Sawit Katingan, Ada Luka di Lengan

Kejar Target Desa Sehat, Camat Kahut Wano Siapkan Tim Kecamatan Turun Langsung ke Desa

23 Okt 2026 - 06:41 WIB

Kejar Target Desa Sehat, Camat Kahut Wano Siapkan Tim Kecamatan Turun Langsung ke Desa
Trending di Eksekutif